11 Siswa Wakili Sumsel Ikut Kompetisi Sains Madrasah

oleh -10 views
Kemenag Sumsel

Palembang, klikampera.com – Sebanyak 11 siswa mewakili Sumatera Selatan dalam Kompetisi Sains Madrasah tingkat Nasional di Manado pertengahan September mendatang.

Mereka yang dipercaya mewakili Sumsel itu adalah pemenang pertama pada sembilan bidang yang dilombakan di tingkat provinsi, kata Kasubag Humas Kanwil Kementerian Agama Sumatera Selatan Saefudin Latief di Palembang, Jumat (16/8).

Dalam seleksi itu bidang studi yang dilombakan yakni Matematika Terintegrasi, IPA Terintegrasi, IPA Terpadu Terintegrasi, IPS Terpadu Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi.

Untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), siswa yang meraih juara pertama Syifa Aulia Putri dari MI Terpadu Ummi Lubuklinggau (Matematika) dan Nurul Salsabila dari MIS Al Muhajirin Musi Rawas (IPA).

Sedangkan di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), pemenangnya adalah Nakhwa Azzahra dari SMP IT Harapan Mulia Palembang (Matematika), Reyhans Pratama dari MTs Darussalam Prabumulih (IPA), dan Kayla Fauziah Fajri dari MTsN 2 Palembang (IPS).

Sementara tingkat Madrasah Aliyah (MA), para peraih juara pertama Nur Afifah dari MAS Nahdlotul Muslimin Ogan Komering Ulu (Matematika), Fariz Anwar Dzaky dari MAN IC Ogan Komering Ilir (biologi), M. Labib al Faraby dari MAN IC Ogan Komering Ilir (Fisika), Gading Widiansyah dari MAN IC Ogan Komering Ilir (Kimia), M. Dugi Alfaro Putra dari MAN IC Ogan Komering Ilir (Ekonomi), dan Aulia Afifatuz Zulfah dari MAN IC Ogan Komering Ilir (Geografi).

Sementara Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel H. Abadil meminta, para siswa supaya tidak cepat puas dengan hasil yang telah diperoleh ini.

“Keberhasilan meraih juara di ajang ini merupakan awal dari perjuangan anak-anak sekalian. Mulai saat ini bersiaplah dengan lebih serius dan sungguh-sungguh lagi,” katanya.

Pihaknya mendoakan siswa siswi dapat mencetak prestasi dan mengharumkan nama Sumsel di Manado nanti, ujar dia.

Menurut dia, KSM merupakan ajang untuk menggali potensi siswa dalam mengintegrasikan antara pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

“Melalui ajang ini kita bisa mengukur sudah sejauh mana kemampuan siswa-siswa kita dalam wawasan keagamaan dan IPTEK. Sehingga nantinya kita bisa melakukan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang,” katanya.

(Ant/riil)