11 SMK di Sumsel Tak Bisa Ikuti UNBK, Ini Alasannya

Oleh Klikampera pada Rabu, 7 Februari 2018 23:08 WIB

Sumatera Selatan, klikampera.com – Sistem Ujian Nasional yang dihimbau oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI transisi antara Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ternyata belum bisa dimaksimalkan oleh SMK di Sumsel secara 100 persen.

Pasalnya, setidaknya ada 11 SMK di Sumsel yang tahun 2018 diprediksi tak bisa mengikuti sistem UNBK sebagaimana himbauan Kemendikbud. Hal ini tidak lain adalah mengenai jaringan yang ada di sekolah tersebut tak memungkinkan untuk pelaksanaan UNBK.

“Sekolah bisa saja memasang tower sendiri, namun biaya yang mahal dan tinggi yang tower yang harus dibuat lebih dari 30 meter. Sedangkan, aturannya jika lebih dari 30 meter akan rentan roboh dan lain sebagainya,”ujar Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Erlina, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, kendala penerapan UNBK pada SMK di OKU Selatan hingga saat ini hanya terkendala pada masalah jaringan saja. Untuk kesiapan lainnya seperti listrik dan sarana prasarana komputer sudah rampung hampir semua SMK di OKUS.

“Listrik dan komputer rata sudah ada, tapi terkendala pada jaringan internet saja,” terangnya.

Sementara ke 11 sekolah tersebut adalah SMK Jarai dan SMKN 3 Kabupaten Lahat, SMKN 1 Benakat Muara Enim, SMKN Muara Dua OKUS, SMK Muhammadiyah 1 Simpang Sender OKUS, SMK Piri Simpang Martapura OKUS, SMK Cokroaminoto Muara Dua OKUS, SMK Bina Putra Ranau Selatan OKUS, SMKN 2 OKUS, SMK Pertanian KH Hasan Basri OKUS dan SMKN 3 OKUS.

“Dari sebelas SMK tersebut, delapan diantaranya SMK asal Kabupaten OKUS,” jelasnya.

Ditambahkan Erlina, pada pelaksanaan UN tahun 2018 ini bakal diikuti oleh 272 sekolah yakni 106 SMKN dan 166 SMK Swasta. Sedangkan siswa sebanyak 3.460 orang yakni 18.366 orang diantaranya laki-laki dan 14.094 sisanya perempuan.

“Untuk siswa Ujian Nasional Pensil dan Kertas (UNKP) diikuti oleh 760 orang dari sebelas sekolah dan sisanya sudah melaksanakan UNBK,” tegasnya.

Kendati demikian, Erlina mengaku jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK tahun ini meningkat dibandingkan pada pelaksanaan UNBK tahun 2017 lalu. “Tahun lalu lalu ada 20 SMK yang masih melaksanakan UNKP sedangkan pada tahun 2018 hanya 11 SMK yang masih melaksakanakn UNKP,”pungkasnya. (SGR)

Pos terkait