32 Ribu Transport Online di Medan Terancam

Oleh Klikampera pada Kamis, 8 Februari 2018 18:36 WIB

Medan, klikampera.com – Sebanyak 32 ribu transport online di Medan terancam tidak bisa beroperasi. Pasalnya pemerintah melalui dinas perhubungan melakukan razia besar-besaran hingga 15 Februari mendatang.

Transport online dari beberapa operator yang berasal dari Medan, Deli Serdang dan Binjai/Langkat itu beroperasi di Medan tanpa izin sesuai yang dipersyaratkan.

Ketentuan baru yang dipersyaratkan pemerintah untuk izin operasi transport berbasis android itu adalah supir harus memiliki SIM A Umum dan kenderaan harus lulus uji kendaraan (KIR).

Razia yang dilakukan secara gabungan antara Dinas Perhubungan dan Polantas itu merupakan upaya penegakan Peraturan Menteri Perhubungan No.108 Tahun 2017.

Kisruh seputar transport online sudah terjadi beberapa kali di Kota Medan. Kisruh pertama adalah demo taxi konvensional atas kehadiran transport online kemudian berbalas transport online demo menuntut keadilan.

Kehadiran sekitar 32 ribu transport online di Medan sesungguhnya mendapat apresiasi dari warga Medan karena adanya kepastian dan layanan yang lebih baik. Sayangnya transport online belum memiliki regulasi hukum. Peraturan Menhub No.108/2017 yang mulai diterapkan dirasakan oleh supir transport online sangat memberatkan.

Sumber Poltabes Medan menyebutkan data yang dimiliki pihaknya mencatat ada 32 ribu kendaraan berbasis android itu, padahal kuota yang dibolehkan untuk Kota Medan hanya 3.000 kendaraan saja.

Kehadiran transport online yang tidak terkendali itu memiliki dampak yang sangat besar terhadap volume kendaraan di Medan di mana hampir seluruh ruas jalan kota Medan mengalami kemacetan. (SHD)

Pos terkait