371 Siswa SMA Taruna Nusantara Kunjungi Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor

oleh -16 views
Presiden Joko Widodo pagi ini mengundang 371 siswa SMA Taruna Nusantara ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3)

Bogor, klikampera.com – Presiden Joko Widodo pagi ini mengundang 371 siswa SMA Taruna Nusantara ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Undangan tersebut dalam rangka silaturahmi Presiden dengan para siswa.

Dalam pertemuan ini, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Ada banyak hal yang disampaikan Kepala Negara kepada para siswa misalnya perubahan dunia yang begitu cepat. Presiden ingin siswa-siswi SMA Taruna Nusantara bisa merespons perubahan ini.

“Kita tahu keterbukaan medsos yang masuk hampir ke semua negara tidak bisa dibendung, tidak bisa dipagari sehingga terjadi disrupsi teknologi,” kata Presiden di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin 4 Maret 2019. “Kita harus sadar mau tidak mau (medsos) sudah masuk dalam kehidupan kita sehari-hari,” lanjut Presiden.

Misalnya saja saat makan, biasanya orang akan membuka medsos. Lalu saat hendak tidur atau bangun tidur, orang kebanyakan membuka medsosnya. “Masuk informasi tidak hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri,” ucap Presiden.

Sementara itu, Ribka pelajar asal Jayapura mendapatkan kesempatan bertanya kepada Presiden. Ia menanyakan ihwal perempuan menjadi pemimpin.

“Masih banyak sekali wanita yang kurang percaya diri untuk menjadi pemimpin. Bagaimana caranya agar mereka berani menjadi pemimpin?” tanya Ribka pada Presiden.

Mendengar pertanyaan tersebut, Kepala Negara mengatakan bahwa peranan kaum perempuan di Indonesia sebenarnya dipandang dalam posisi yang sama dengan kaum laki-laki. “

Di negara kita ini, kita patut bersyukur bahwa kebebasan itu diberikan kepada rakyat, baik itu perempuan maupun laki-laki. Tidak pernah ada yang namanya perbedaan-perbedaan,” kata Presiden.

Dalam pemerintahannya, Presiden Joko Widodo telah memberikan peluang yang besar bagi para “srikandi” untuk berkontribusi dalam membangun negara ini. Setidaknya ada delapan menteri perempuan yang kini menempati pos kementerian di Kabinet Kerja.

“Di menteri, kita memiliki 9 (menteri perempuan). Berkurang 1 jadi gubernur. Sekarang jadi 8 menteri yang sebelumnya hanya 3 atau 4,” tuturnya.

Wartawan: Arina
Editor: Rianza