PALEMBANG Nanti Palembang akan Miliki Alat Canggih untuk Jaga Populasi Ikan Khas Air Tawar

oleh -77 views

Kedatangan Fitri ( sapaan akrabnya) ini guna membahas bagaimana cara melestarikan air khas air tawar yang ada di Kota Palembang sebagai bahan pokok panganan asli Palembang yakni Empek Empek, Kelempang dan Kerupuk.

Dari pertemuan itu Kota Palembang dijanjikan mentri nyentrik ini sebuah alat canggih, meski masih dirahasiakan alat canggih seperti apa, alat tersebut mampu untuk menjaga populasi ikan Belida (putak) dan Ikan Gabus sebagai bahan baku untuk pembuatan makanan Empek empek, Kelempang dan Kerupuk.

“Kemarin saya sudah ke kementerian, sudah mendiskusikan dengan Bu Susi, ternyata ada teknologi yang bisa digunakan untuk membudidayakan jenis ikan belida, dan gabus,” kata Fitri disela sela kunjungannya ke sentral pempek Pasar 9/10 Ulu Kecamatan Jakabaring, Selasa (26/9/2017).

Nantinya alat tersebut akan diterapkan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumupuni dibidangnya.

“Ke depan teknologi itu akan diterapkan di Palembang,” jelas Fitri.

Diakui Fitri saat ini keberadaan ikan yang menjadi ikon Kota Palembang (Belida) kian langkah, tidak heran kebutuhan dasar untuk membuat empek empek ini kian mahal.

“Kita inginkan generasi kedepannya masih bisa melihat ikan Belida dan Gabus, juga masih bisa menikmati empek empek asli dari daging ikan tersebut,” ungkapnya.

Nah, belum lagi kata Fitri, kota Palembang akan banyak dikunjungi banyak tamu dari luar Indonesia pada saat perhelatan olahraga Asian Games 2018 mendatang.

Pastinya, tamu dari luar ingin sekali membawa buah tangan khas Palembang, yang pastinya Empek empek,Kelempang dan Kerupuk.

“Kunjungan kita ini juga ke sentral pembuatan pempek ini memastikan kualitas makanan khas Palembang berkualitas sebagai oleh oleh nantinya,” katanya.

Ia juga menegaskan kepada seluruh pedagang pempek atau kerupuk kempelang untuk tidak mengunakan bahan berbahaya.

“Kami himbau kepada UMKM untuk siapkan makanan ini dengan baik, tanpa mengunakan bahan berbahaya, dan sajinakan dengan hati-hati, termasuk memperhatikan kemasannya. Karena makanan ini jadi oleh-oleh akan dipromosikan dalam berbagai bahasa asing,” terangnya. (Ratih)