Api Olimpiade Akan Tiba di Jepang Pada Jumat

Oleh Klikampera pada Jumat, 20 Maret 2020 09:04 WIB
Mantan atlet renang Jepang Imoto Naoko menunjukkan api Olimpiade yang berada di dalam wadah ketika upacara serah terima di Panathenaic Stadium, Athena, Yunani, Kamis (19/3/2020)

Jakarta, klikampera.com – Api Olimpiade yang diterbangkan menggunakan pesawat dari Yunani akan tiba di pangkalan udara Matushima, Jepang, pada Jumat (20/3) pagi waktu setempat.

Sesampainya di pangkalan udara yang terletak di wilayah barat daya Jepang itu, api Olimpiade akan diarak menuju Tohoku, daerah yang terdampak tsunami dan gempa bumi hebat pada 2011 silam, demikian Reuters melansir.

Penyelenggara menyebutnya pawai “api pemulihan” sebelum upacara pawai obor resmi dimulai di Fukushima pada 26 Maret nanti.

Jepang bersikeras untuk menyelenggarakan Olimpiade tepat waktu pada 24 Juli hingga 9 Agustus di tengah ancaman pandemi virus corona yang menjadi pukulan berat dunia olah raga internasional.

Komite penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo juga telah memutuskan tak mengirimkan delegasi tingkat tinggi mereka, yang termasuk di antaranya ketua komite Yohiro Mori dan menteri Olimpiade Seiko Hashimoto ke pesawat yang membawa api Olimpiade tersebut.

Masyarakat setempat juga diimbau untuk tidak memadati rute yang dipakai untuk pawai obor, akses publik dibatasi, sedangkan sejumlah ajang yang digelar di sekitarnya telah dibatalkan.

Para pelari dan staf juga akan dikenakan pengecekan suhu tubuh di pawai yang akan melintasi sejumlah tempat penting di Jepang sepanjang 121 hari perjalanan termasuk Gunung Fiji, Peace Memorial Park Hiroshima dan Kastil Humamoto.

Sebelumnya, pawai obor di Yunani telah dibatalkan untuk menghindari kerumunan di tengah wabah virus corona, yang pertama kali kasusnya muncul di China akhir tahun lalu, yang telah menewaskan sedikitnya 9.000 orang dan menginfeksi 200.000 lainnya di seluruh dunia.

Sejumlah atlet dan olimpian menyayangkan panitia Olimpiade 2020 yang bersikeras menggelar ajang tersebut dan mengesampingkan resiko kesehatan di saat negara-negara di dunia berupaya menangkal penyebaran virus corona.

(Ant/riil)

Pos terkait