Banyak Artis Menjadi Sasaran ‘Body Shaming’, Kali Ini Kekasih Deddy Corbuzier Dianggap Terlalu Kurus oleh Warganet

oleh
Foto via akun Instagram @Sabrinacharunnisa_

Jakarta, klikampera.com – Beberapa artis saat ini banyak yang menjadi sasaran empuk netter dalam melakukan body shaming, seperti Kimmy Jayanti dan Nana Mirdad. Kimmy dan Nana pun menanggapi hal itu dengan memberikan pengertian bahwa cantik bukan dinilai dari penampilan fisik saja.

Kini, giliran Sabrina Chairunnisa yang mengeluarkan pendapatnya. Melalui unggahan terbarunya di Instagram pada Kamis (10/8), Sabrina menuliskan pengalamannya menjadi korban body shaming. Kekasih Deddy Corbuzier itu mengaku bahwa dirinya tak lagi merasa sedih jika dikomentari mengenai berat badan, sebab mentalnya sudah terlatih.

Sabrina sendiri merupakan runner up Puteri Indonesia 2011 ini telah menjadi salah satu korban body shaming. Tubuh Sabrina dinilai terlalu kurus oleh masyarakat.

“Kerempeng! Kurus banget! Ga ada montok2 nya! MASAK SIHHHH,” tulis Sbarina di akun instagramnya.

“Sakit hati ga sih kak di gituin? Down ngga sih? NOPE! udah biasa, udah kelatih mentalnya dari dulu.”

Sabrina kemudian memberikan penjelasan mengenai body shaming. Menilai orang dengan mengatakan kurus, keribo, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan fisik itu juga termasuk body shaming.

“1. Apasih #bodyshaming itu? Aku rasa hampir semua org tau terminologi dr ‘bodyshaming’ yaitu mencela seseorang dari penampilan fisiknya. Tp sayangnya banyak org yg mengira bodyshaming itu hanya kl kita ngatain org ‘gendut’!” lanjut Sabrina. “U wrong!!! Segala komentar jelek / hinaan ttg fisik seseorang ya termasuk bodyshaming! Kerempeng, kurus, kribo, bantet dll itu jg termasuk bodyshaming!”

Meski cuek dengan komentar negatif, Sabrina tetap merasa perlu membahas hal tersebut. Baginya, tidak semua orang mental yang kuat dalam menghadapi body shaming.

“So here… Selain bodyshaming itu hal yg krg menyenangkan hal yg perlu diketahui adalah (Misal) kita sbg PELAKU pernah MIKIR ga akibatnya ke si KORBAN? Gimana kl dia jd stress, down, depresi? Yg bb nya berlebih stress jd mogok makan diet ekstrim atau makan obat diet ga jelas sampe bikin dia Sakit?” ungkap Sabrina. “Atau sebaliknya yg di blg kerempeng jd minum obat2an naikin bb yg ga jelas atau makan junkfood gila2 an tiap hari cuman buat naikin bb yg malah jd ga sehat atau bahkan sakit jg! DAN ITU TERJADI BENERAN LOH!.”

Menilai orang lain memang hak setiap individu. Namun, memberikan komentar negatif yang dirasa menyakitkan sebaiknya tidak perlu dilakukan. Sebab, setiap orang berhak atas tubuhnya sendiri.

“Dannnn… Yang punya badan mereka, bukan kita! Kl mereka nyaman dan pasangan / ortu / klg mereka ga protes kenapa harus kita yg RIBET?! Kecuali anda di minta saran / masukan!” tambah Sabrina. “Kalaupun kalian khawatir dgn bb mereka, kasi masukan dengan bahasa yg HALUS dan membangun serra alasan yg masuk akal. Dan berupa SARAN bukan NGATAIN!”.

Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, Sabrina berharap masyarakat bisa lebih bijak lagi dalam menilai seseorang. Tak lagi “main-main” dengan penampilan orang lain.

“So i hope dari aku bahas ini.. kita bisa lebih bijak lagi khususnya dan memikirkan efek kepada org yg anda katain fisiknya,” pungkas Sabrina. “Drpd sibuk ngurusin fisik orang… mending kita liat diri krn ngga jarang / bahkan sering kali pelaku #bodyshaming itu ga lebih baik dr yg dikatain.”

 

Wartawan: Arina
Editor: Rianza