BKPM Luncurkan “Pusat Kopi” Untuk Pantau Perizinan Investasi

Oleh Klikampera pada Senin, 23 Maret 2020 13:21 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/1/2020)

Jakarta, klikampera.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meluncurkan Pusat Komando dan Pengawalan Investasi (Pusat Kopi) atau Command Center pada Senin (23/3), di kantor BKPM, Jakarta, sebagai pusat komando/monitoring investasi serta perizinan.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam peluncuran yang disiarkan secara langsung melalui video conference menjelaskan informasi yang ditampilkan dalam Pusat Kopi antara lain sentimen media sosial dan media digital, statistik harian permohonan perizinan melalui Online Single Submission (OSS), Potensi Investasi Regional (PIR), tracking (pelacakan) status perizinan suatu perusahaan (end-to-end), pemantauan perizinan melalui OSS yang sedang diproses kementerian/lembaga lainnya, serta realisasi investasi.

“Hari ini kita resmikan Command Center yang dibangun sejak akhir 2019. Kita berpikir untuk sajikan data yang up to date kepada masyarakat, terutama kepada pelaku usaha terkait perizinan maupun realisasi hingga tanggapan publik,” kata Bahlil Lahadalia.

Menurut Bahlil Lahadalia, di tengah kondisi ekonomi dunia yang tengah mengalami ketidakpastian, terlebih karena pandemi Virus Corona baru (COVID-19) harus ada kreativitas lain yang disiapkan pemerintah, salah satunya Command Center tersebut.

Salah satu pantauan yang menarik, lanjut Bahlil, yakni tampilan data potensi investasi per wilayah yang ada dalam website BKPM Potensi Investasi Regional (PIR) www.regionalinvestment.bkpm.go.id.

“Di layar ini, juga menampilkan potensi investasi yang ada di seluruh daerah, baik dari tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota,” kata Bahlil.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu mengakui masih perlu perubahan terkait basis datanya.

“Sekarang kami sedang susun inventaris potensi sumber daya yang harus kita pasarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Sebentar lagi kami lakukan pekerjaannya,” jelas Bahlil.

Sekretaris Utama BKPM Andi Maulana menjelaskan pembangunan Pusat Kopi dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2019. Ada pun sistem monitoring disiapkan hingga Maret 2020.

“Anggaran untuk bangunan Rp1,5 miliar, untuk sistem Rp23 miliar sehingga total Rp24,5 miliar,” katanya.

Selain menyajikan data monitoring melalui layar besar, Pusat Kopi BKPM memiliki beberapa fasilitas lainnya seperti ruang presentasi, ruang rapat milenial, dan ruang Network Operations Center (NOC).

Pusat Kopi juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan video conference dengan perwakilan BKPM di luar negeri serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk melakukan koordinasi tanpa melakukan tatap muka.

(Ant/riil)

Pos terkait