BMKG Menduga Penyebab Suara Dentuman Misterius di Jawa Barat Akibat Erupsi Gunung Berapi

Muhamad Sadly - Deputi bidang Geofisika BMKG
  • Whatsapp

Jakarta, klikampera.com – Suara dentuman misterius terdengar sejak beberapa hari terakhir di sebagian wilayah Jawa barat dan Sumatera Selatan. Dentuman tersebut dirasakan warga di Cianjur, Sukabumi, dan Garut Jawa Barat, serta warga Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan. Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan mengecek dari mana suara itu berasal.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly, Selasa (25/12), mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan kembali terkait suara dentuman misterius tersebut. Setiap getaran bumi biasanya terekam oleh BMKG. Sensor BMKG ada di mana-mana.

Lanjut sadly, bahwa sejauh ini, BMKG belum mendapatkan catatan seismik soal dentuman di kawasan Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Dia menduga getarannya terlampau kecil.

Menurut Sadly, penyebab suara dentuman bisa sangat beragam. Erupsi gunung berapi bisa menjadi salah satu penyebabnya, dan khusus soal dentuman di Jawa Barat dan Sumatera Selatan, itu belum bisa dipastikan penyebabnya.

“Kalau pergerakan lempeng kan kita tahu ya berapa Skala Richter, apakah ada potensi tsunami atau tidak, kalau dentuman kan kita sampai saat ini belum punya informasi terkait dengan dentuman tersebut,” kata Sadly.

Pihak Kapendam III Siliwangi Kolonel Arh Hasto Respatyo mengatakan bahwa dentuman di kawasan Jawa Barat berasal dari peluncuran ujicoba roket di Stasiun LAPAN di Pameungpeuk, Garut yang dilakukan pada tanggal 23 sampai 27 Desember 2018. Namun LAPAN sendiri membantahnya, mereka mengatakan roketnya tak menghasilkan dentuman namun desis.

Seorang warga yang tinggal di Ogan Komering Ulu, Amzal, yang mendengar langsung suara tersebut, pada Selasa (25/12), mengatakan bahwa mendengar dentuman antara 5-6 kali dalam semalam.

“Suara dentuman itu terdengar saat malam hari menjelang subuh sejak dua atau tiga malam ini, dan suaranya sangat keras. Saya nggak tahu itu suara apa,” ujar Amzal.

“Antara 5-6 kali semalam, nggak tahu itu suara apa. Apakah ada latihan tempur di Puslatpur OKU atau bukan, siang juga ini terdengar dan sempai buat getar rumah,” sambung Amzal yang juga Kadus I Dusun I, Desa Karangendah OKU.

Sementara itu, Kapolres Ogan Komering Ulu Timur AKBP Erlintang Jaya mengaku tidak ada laporan soal suara dentuman suara keras di wilayahnya. Bahkan Erlin tidak pernah mendengar suara tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan, saya pun tidak pernah mendengar. Kalau memang ada suara itu, pasti ada laporan masuk,” kata Erlin.

Meskipun begitu, Erlin mengaku akan mencari tahu kabar tersebut yang saat ini sedang heboh diperbincangkan warga di Sumatera Selatan. Sebagaimana diketahui, suara dentuman keras terdengar di sebagian wilayah Sumatera Selatan pada tiga hari lalu. Suara tersebut terdengar seperti ledakan bom yang menghantam ke permukaan tanah.

Liputan Khusus: A. Sandy
Editor: Rianza

Pos terkait