BNNP Sumsel Musnahkan Puluhan Kilo Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi

Oleh Klikampera pada Selasa, 11 Februari 2020 14:54 WIB
BNNP Sumatera Selatan, memusnahkan 36 kilogram Narkotika jenis sabu beserta 34 ribu butir pil ekstasi asal Malaysia

Palembang, klikampera.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, memusnahkan 36 kilogram Narkotika jenis sabu beserta 34 ribu butir pil ekstasi asal Malaysia dari Kota Tembilahan Kabupaten Indra Giri Hilir Provinsi Riau. Narkoba tersebut merupakan barang bukti hasil pengungkapan kasus sindikat peredaran narkoba lintas negara di Bumi Sriwijaya.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan mengatakan, narkoba yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil ungkap kasus kurun waktu tiga bulan terakhir. Dimana, dari kasus tersebut ada tiga tersangka yang sudah diamankan.

“Pemusnahan ini merupakan terbesar yang pernah kita lakukan. Sebelum dimusnahkan barang bukti ini telah dilakukan pemeriksaan telebih dahulu oleh tim Labfor Polda Sumsel, dan dipastikan positif mengandung methaphetamine dan MDMA, ” katanya, saat konferensi pers di halaman kantor BNNP Sumsel, Selasa (11/2/2020)

Lanjut dia mengatakan, dengan pemusnahan narkoba yang dilakukan, artinya bisa menyelamatkan 280 ribu jiwa dari jeratan narkoba.

Dimana, saat ini berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sekitar 1,7 juta jiwa usia produktif di Sumsel berpotensi menggunakan narkoba melalui peredaran yang masif. Bahkan saat ini hampir 92 ribu masyarakat kita yang coba-coba mulai memakai narkoba. Hal ini tentu sangat berbahaya jika tidak ditindak lanjuti.

“Jika ada kerabat ataupun keluarga yang diketahui menggunakan narkoba, silahkan bawa ke BNNP, maka akan kita obati,” katanya.

Selain itu, Jhon bilang, karena Sumsel menjadi salah satu tempat peredaran narkoba, BNNP membutuhkan pusat rehabilitasi untuk menangani masyarakat yang terpapar. Hal itu untuk menanggulangi para pemakai agar bisa berhenti.

“Kita akan bekerja sama dengan komponen masyarakat untuk memberantasnya. Pencegahan dan penindakan sudah kita lakukan, hanya saja kita belum ada tempat rehabilitasi, “katanya.

(Ant/riil)

Pos terkait