Boeing Punya Kepala Eksekutif Baru di Tengah Krisis 737 MAX

Oleh Klikampera pada Selasa, 14 Januari 2020 08:15 WIB
Seorang karyawan bekerja di sebuah pesawat udara Boeing 737 Max di Bandara Kota Renton di Renton, Washington, Amerika Serikat, Jumat (10/1/ 2020). Lembaga regulator penerbangan sipil Amerika Serikat atau FAA mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya akan mendenda Boeing Co sebesar 5,4 juta dollar AS karena gagal mencegah pemasangan bagian yang rusak pada 737 MAX

Washington, klikampera.com – Kepala Eksekutif Boeing yang baru, David Calhoun, memulai jabatannya pada Senin (13/1), saat perusahaan Amerika Serikat pembuat pesawat itu bergelut untuk bangkit dari tragedi dua pesawat 737 MAX yang jatuh hingga menewaskan 346 orang.

Peristiwa yang menimpa kedua jet dalam kurun lima bulan itu menyebabkan pesawat jenis 737 MAX pada Maret 2019 dilarang terbang di seluruh dunia.

Calhoun, 62 tahun, telah sekian lama menjabat sebagai direktur Boeing.

Ia pada Oktober tahun lalu disebut-sebut sebagai pemimpin Boeing setelah dewan direktur memecat Dennis Muilenburg dari jabatan kepala eksekutif.

Calhoun dinyatakan sebagai kepala eksekutif yang baru pada 23 Desember setelah Muilenburg dipecat di tengah kekhawatiran menyangkut hubungan perusahaan itu dengan badan-badan pengatur penerbangan serta penanganan Boeing soal MAX.

Boeing memperkirakan bahwa hingga saat ini pelarangan terbang pesawat-pesawat MAX telah menimbulkan kerugian senilai lebih dari 9 miliar dolar AS (sekitar Rp123 triliun).

Boeing menghadapi peningkatan biaya akibat penghentian produksi MAX bulan ini, pemberian kompensasi bagi penerbangan yang merugi serta bantuan bagi jaringan pasokannya.

Calhoun, yang lama menjabat sebagai eksekutif kelompok ekuitas swasta Blackstone serta manajer krisis perusahaan, sudah mulai menjalankan upaya untuk memperbaiki hubungan perusahaan dengan para badan pengatur penerbangan, maskapai penerbangan serta anggota parlemen. Ia sebelumnya mengepalai sebuah divisi General Electric, yang mencakup mesin pesawat.

Reuters telah melaporkan bahwa badan AS pengatur penerbangan, FAA, diperkirakan belum akan menyetujui MAX kembali terbang setidaknya sampai Februari dan kemungkinan Maret atau setelahnya.

Maskapai-maskapai penerbangan AS sudah membatalkan penerbangan dengan MAX hingga awal April atau setelahnya.

Sumber: Reuters

Pos terkait