BP2TD Palembang Menerima 120 Peserta Calon Taruna

oleh -118 views

Palembang, klikampera.com – Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Palembang, Edi Santosa mengungkapkan, saat ini dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) di bidang transportasi darat. Membuat Kementrian Perhubungan mengajukan permohonan penerimaan CPNS ke KemenPANRB.

Hasilnya, KemenPANRB memberikan kuota CPNS sebanyak 2676 yang tersebar bagi Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) yang tersebar di seluruh Indonesia.

‎”Untuk BP2TD Palembang saja kita menerima 120 ya, ini merupakan penerimaan terbesar sepanjang sejarah. Yang mendaftar juga banyak 590 peserta,” katanya saat memantau seleksi di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Edi menjelaskan, dari 120 peserta yang nantinya dinyatakan lolos seleksi, namun mereka tidak akan langsung diangkat menjadi CPNS. Mereka harus melaksanakan pendidikan perkuliahan selama 3-4 tahun. Setelah lulus, mereka nantinya akan diajukan menjadi CPNS.

“jadi mereka ini menjalani perkuliahan di prodi ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan). Nah setelah tamat pasti ditempatkan kerja sebagai PNS. Tapi selama perjalannya, pasti ada saja yang tidak lanjut sampai akhir karena DO (drop out) misalnya,” ujarnya.‎

‎‎Edi menyebutkan, sebelum lulus menjalani perkuliahan. ‎‎‎Ada lima rangkaian dalam seleksi untuk pembibitan calon taruna kementrian‎ perhubungan ini, diantaranya tes kemampuan dasar, tes potensi akademik, kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara.‎

Menurut Edi, rangkaian kegiatan ini perlu dilaksanakan agar para taruna dapat melayani masyarakat dengan baik.

“Tanggal 15-16 Mei ini, kita laksanakan tes kemampuan dasar ya melalui sistem CAT, dengan lulus disini, berarti mereka sudah lolos dan bisa masuk menjadi CPNS. Nah rangkaian tes lainnya mengikuti, karena mereka ini akan tinggal di asrama, sehingga kemampuan fisiknya diutamakan,” jelasnya.

Edi menjelaskan, melihat banyaknya pelabuhan di Indonesia, serta sembari mendukung program tol laut, maka dibutuhkan sangat banyak SDM untuk mengakomodir dan menjalankan program ini.‎

“Kalau di Sumsel ini memang hanya satu pelabuhan ya, di Tanjung Api-Api, memang tidak terlalu mendesak, namun wilayah lain cukup mendesak, sehingga nanti bisa diarahkan kesana,” tegasnya. (ra)