BPJS Kesehatan Lakukan Penilaian Terhadap Faskes di Palembang

Oleh Klikampera pada Sabtu, 22 Juni 2019 13:53 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang M Ichwansyah Gani (kiri) didampingi staf

Palembang, klikampera.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berupaya melakukan penilaian terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan di sejumlah kabupaten/kota dalam wilayah kerja kantor cabang Palembang dan daerah lain di Tanah Air untuk diberikan penghargaan.

“Saat ini tengah dilakukan penilaian secara bertahap terhadap fasilitas kesehatan di lima wilayah kerja meliputi Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ilir,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang M Ichwansyah Gani di Palembang, Jumat.

Menurut dia, sesuai dengan program kantor pusat, pihaknya akan memberikan penghargaan kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang dinilai optimal dalam menyelenggarakan pelayanan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penghargaan kepada fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada peserta program JKN-KIS direncanakan diserahkan pada Agustus 2019.

Melalui pemberian penghargaan itu diharapkan bisa memotivasi pengelola dan tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kata Ichwansyah.

Sementara sebelumnya Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf dalam keterangan persnya mengatakan pemberian penghargaan untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) meliputi penghargaan kategori Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek Program Rujuk Balik (PRB).

Penghargaan untuk tingkat fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), diberikan kepada tiga rumah sakit pada masing-masing kelas rumah sakit yakni rumah sakit kelas A, B, C, dan D.

“Sekarang masih proses penyaringan secara bertahap. Semua FKTP dan rumah sakit yang lolos seleksi awal tersebut nantinya harus melalui berbagai tahapan seleksi lanjutan yang cukup ketat,” ujar Iqbal.

BPJS Kesehatan melibatkan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) dalam penilaian FKTP dan menggandeng Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dalam menilai FKRTL.

“Kita juga melakukan survei langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riilnya,” kata Iqbal.

Penilaian FKTP meliputi kepatuhan terhadap perjanjian kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Aspek penilaiannya antara lain kepatuhan memenuhi syarat seperti Surat Izin Praktik dokter, bidan, dan dokter gigi yang berlaku, ketentuan pembayaran klaim nonkapitasi, ketentuan pengelolaan Program PRB, kredensialing atau rekredensialing, dan ketentuan mekanisme Kapitasi Berbasis Kompetensi.

“FKTP tersebut juga harus memperoleh nilai KBK 100 persen. Kami juga melihat prestasinya, utilasi review-nya bagaimana, sudah terakreditasi belum, atau apakah ada nilai plus lainnya yang bisa menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Kemudian pihaknya memperhatikan juga apakah FKTP tersebut punya inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan sehingga bisa dijadikan contoh bagi FKTP lainnya, misalnya inovasi dari segi sistem antrian, pemanfaatan teknologi, atau penataan ruang layanan peserta.

Sementara itu, dalam penilaian rumah sakit, beberapa hal yang menjadi indikator penilaian antara lain kesesuaian rumah sakit dalam memenuhi komitmen PKS, tingkat kepuasan peserta, pelayanan, kecepatan respons terhadap keluhan, dan inovasi untuk memudahkan peserta JKN-KIS.

Selain itu, upaya rumah sakit untuk mengurangi keluhan dan meningkatkan kepuasan peserta JKN-KIS juga menjadi tambahan poin tersendiri dalam penilaian.

“Bicara soal inovasi, berbagai layanan digital yang tumbuh di era JKN-KIS akan membawa revolusi besar dalam tatanan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Hal tersebut harus mulai diadaptasi oleh peserta, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan hingga seluruh pemangku kepentingan,” kata Iqbal.

(Ant/riil)

Pos terkait