BPOM Palembang cegah peredaran 20.000 potong tahu berformalin

Formalin Pada Makanan Berbuka Puasa Petugas Badan Pangan, Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palembang menunjukkan zat formalin yang ditemukan pada makanan mie dan tahu yang dijual pedagang pada hari kedua Ramadan di pasar bedug jalan Ratna Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (7/6/2016). Temuan ini diperoleh dari pedagang yang menjual pempek tahu dan rujak mie
  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, Sumatera Selatan, mencegah peredaran 20.000 potong tahu mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan jenis formalin dari pedagang pasar tradisional dan pembuatnya.

“Berdasarkan pengaduan masyarakat, hari ini dilakukan kegiatan pengawasan peredaran produk pangan di pasar tradisional dan ditemukan tahu mengandung formalin. Makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya itu langsung disita agar tidak dikonsumsi masyarakat,” kata Kepala Balai Besar POM Palembang, Yosefh Dwi Irwan di Palembang, Senin (8/3).

Dia menjelaskan pengungkapan penjualan tahu berformalin itu berawal dari pengaduan masyarakat yang mencurigai pedagang di pasar tradisional kawasan 7 Ulu Palembang menjual tahu mengandung formalin.

Pengaduan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan tim BPOM bersama Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, Pol PP dan intansi terkait ke Pasar 7 Ulu dan menangkap tangan pedagang bersama barang bukti ratusan potong tahu berformalin.

Berdasarkan keterangan pedagang, dilakukan pengembangan ke lokasi pembuatan tahu tersebut di kawasan Bukit Besar, Jalan Padang Selasa, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, dan ditemukan satu truk berisikan sekitar 20.000 potong tahu berformalin yang akan dipasok ke pedagang sejumlah pasar tradisional dalam kota setempat.

Sejumlah tersangka dan ribuan potong tahu berformalin telah diamankan untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Melihat masih ditemukannya produk pangan yang mengandung formalin dan bahan kimia berbahaya lainnya, pihaknya akan terus menggalakkan kegiatan pengawasan dan penertiban di pasar-pasar tradisional.

Selain menggalakkan kegiatan pengawasan dan penertiban, pihaknya juga mengimbau kepada produsen pangan untuk tidak lagi menggunakan formalin dan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan lainnya dalam produk makanan yang dipasarkan di Bumi Sriwijaya itu.

(Ant/riil)

Pos terkait