BPOM Palembang Stikerisasi ‘Pangan Aman’ PKL dan Restoran

Oleh Klikampera pada Senin, 2 Juli 2018 18:58 WIB

Palembang, klikampera.com – Balai BPOM Palembang sampai saat ini telah melakukan stikerisasi pangan aman di 20 tenan PKL di kampung pempek 26 Ilir dan 48 PKL di Lorong Basah Night Culinary.

Kepala Balai BPOM Palembang Dewi Prawitasari mengatakan, stikerisasi pangan aman Oleh BBPOM di Palembang ini dalam rangka menyongsong perhelatan akbar Asian Games 2018 di Palembang.

“Pemeriksaan keamanan pangan terhadap produk yang dijual dengan menggunakan test kit Formalin, Borax, Rhodamin B dan Methanil Yellow,” ujarnya di kantor Balai BPOM, Senin (2/7/2018).

Menurutnya stikerisasi ini sebagai bentuk pengawal dan mengawasi makanan yang mengandung zat – zat berbahaya seperti Formalin, Boraks dan bahan pewarna

“Ini dilakukan sebagai mengsentralisasikan produk makanan yang berbahaya dan 20 tenan 48 kuliner ditemukan dan kedapatan memakai bahan berbahaya pewarna yaitu dikawasan tersebut di lorong basah dan 26 ilir,”ungkapnya.

Pihaknya pun menargetkan hingga akhir Juli dilakukan stikerisasi di 270 PKL dan 47 restoran antara lain komplek Jakabaring Sport City ,Jakabaring sekitar Komplek JSC, sepanjang jalan Plaju-Kertapati, kuliner tepian sungai Musi, kampung pempek 26 Ilir, Lorong Basah Night Culinary g dan restoran-restoran dan toko penjual pempek.

Dewi mengungkapkan, pihaknya melakukan sidak dengan melakukan sampling. Nanti diuji langsung uji lab. Bahaya kimia makanan tidak boleh mengandung formalin, borak, dan rhodamin. Tidak boleh ada bahaya fisik seperti rambut, kerikil, stemples.

“Kita tetap melakukan pemantauan. Kalau kedepan ditemukan bahan berbahaya, maka stiker dibuka. Bagi yang belum mendapatkan stiker bisa mengajukan stitikerurisasi.

Yang belum masih banyak. Jadi setiap seminggu sekali melakukan stikerisasi. Kita harapkan seluruh selesai sebelum Juli,” pungkasnya. (Ra)

Pos terkait