Dampak Perang Tarif Dua Aplikator, Driver Online Merasa jadi Sapi Perahan

oleh -55 views

Palembang, klikampera.com – Ratusan pengemudi ojek online dari aplikasi online PT. Grab dan PT. Gojek Indonesia yang tergabung kedalam Koalisi Lintas Komunitas sepakat untuk tidak mengambil penumpang dan memilih untuk menggelar aksi damai di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel, Senin (23/4/2018).

Adanya perang harga dan penurunan tarif yang terjadi antara Gojek dan Grab beberapa waktu terakhir ini menjadi salah satu pemicu terjadinya aksi unjuk rasa driver online yang menjadi mitra dari kedua aplikator ini.

“Aksi ini menindaklanjuti dari mediasi-mediasi yang pernah dilakukan sebelumnya dengan pihak aplikasi yang tidak pernah menemui titik terang kejelasan dari permasalahan-permasalahan yang menimpa kami sebagai mitra mereka,” ujar Koodinator Lapangan (Korlap), Rusdi Singo disela aksi.

Ia menjelaskan, adanya perang tarif dan penurunan tarif dasar antara kedua aplikasi online ini berdampak kepada mereka sebagai driver karena jelas merugikan driver yang menjadi mitra mereka. Lagi pula, para pengemudi diperas dengan adanya diskon dan penurunan tarif dari PT. Grab dari semula tarif dasar Rp. 4 ribu, turun menjadi Rp. 2 ribu dengan asumsi yang diterima para driver Grab untuk 10 poin hanya Rp.12 ribu.

“Semula harga bayar terendah Gojek dari Rp 10 ribu kemudian turun menjadi Rp 8 ribu. Dengan penurunan itu, pengemudi mendapat minimal Rp 6.400 untuk setiap order GoRide. Kami sudah keluar modal besar, mobil dan motor milik sendiri, tapi seakan-akan kami menjadi sapi perahan mereka,” tegas Rusdi.

Karena itu, pihaknya pun meminta adanya penyesuaian tarif dasar satu harga yang dapat membuat persaingan antar ojek online menjadi lebih sehat. Selain itu, mengembalikan perhitungan performa menjadi 40% dengan menetapkan tarif dasar Rp. 12 ribu, memberlakukan tarif per KM Rp. 3 ribu sampai Rp. 5 ribu, serta tidak membuat kebijakan sepihak yang merugikan mitranya seperti menaikan poin, performa serta melakukan suspend sepihak.

“Kami meminta kepada pihak aplikator menghentikan perang tarif ini, karena yang dirugikan jelas kami para driver. Kami ingin ketegasan dari aplikator mengenai aspirasi kami ini,” tegasnya.

Ketua DPRD sumsel, Chairul S. Matdiah saat menerima perwakilan dari para driver online ini berjanji akan membantu untuk menjadi mediator antara pihak driver online dan aplikator. Mengingat sebentar lagi Kota Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games, tentunya permasalahan ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut.

“Kami berjanji akan menuntaskan permasalahan ini dan mengajak pengambil keputusan dari kedua aplikator untuk duduk bersama mencari memecahkan persoalan ini. Kami berjanji akan perjuangkan hak kalian,” tegas Chairul.