Deureuham, Kolaborasi Bekraf dan BNI Syariah Beri Akses Pembiayaan ke Ekrafpreneur

Oleh Klikampera pada Selasa, 3 April 2018 01:47 WIB

Palembang, klikampera.com – Untuk meningkatkan kemajuan dan perkembangan ekonomi kreatif, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekrjasama dengan PT. Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) menggelar Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia 2018 (Deureuham), Senin (2/4/2018).

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Utomo mengungkapkan, Deureuham adalah kompetisi yang digelar Bekraf dan BNI Syariah untuk mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis syariah untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan syariah. Pasalnya banyak sektor usaha ekonomi kreatif yang layak dibiayai perbankan syariah seperti kuliner, fesyen dan kerajinan.

“Acara ini diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan bisnis berbau syariah secara signifikan dengan menjaring pelaku ekonomi kreatif di lima kota besar yakni Jakarta, Balikpapan, Surabaya , Makasar dan Palembang,” ungkapnya.

Fadjar mengatakan, sektor ekonomi kreatif sepetri topografi dan aplikasi juga ada yang berbasis syariah. Karena itu pihaknya menggandeng Bank negara Indonesia (BNI) Syariah untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif (ekrafpreneur) berbasis syariah mendapatkan dukungan perbankan syariah melalui Deureuham.

Nantinya Ekrafpreneur yang lolos kurasi dari lima kota yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, dan Balikpapan berkesempatan memenangkan paket umroh beserta uang saku sekaligus pembiayaan syariah dari BNI Syariah.

“Namun yang terpenting bukan kompetisinya, tapi bagaimana pelaku usaha yang join disini mendapatkan edukasi dan publikasi dan bertemu investor. Juaranya ada dilapangan dan pemenang memang akan mendapatkan pembiayaan dari BNI Syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Mikro BNI KM 12, Agus Mulyadin mengatakan, pembiayaan mikro dibawah Rp 500 juta yang telah disalurkan pihaknya sebesar Rp 1,3 triliun se-indonesia di banyak sektor. Sedangkan untuk Sumsel sendiri, KUR yang telah disalurkan sebesar Rp. 65 miliar sampai dengan Maret 2018.

“Tahun lalu target kita sebesar Rp 63 miliar. Sedangkan di tahun ini target kita harapannya bisa dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut Agus, dari banyak sektor yang di biayai, 70 persen merupakan pembiayaan sedangkan 30 persen lagi ada di sektor perkebunan. ”

Dengan dimulainya skema penyaluran KUR pada tahun ini ada 4 KCP yang melayani seperti di Sungai Lilin, babat Toman, Pangkalan Balai dan Palembang.

Lebih lanjut tambahnya selain dengan Bekraf, pihaknya juga menggandeng pembina UMKM seperti instansi yang mensuport usaha kecil. Dengan sistem pembiayaan melalui perkelompok seperti paguyuban bakso

Yang mana BNI Syariah ingin menjadi hasanah banking partner. Yang mana fokusnya saat ini membesarkan ekonomi syariah melalui pembiayaan halal ekosistem.

“Harapannya dengan acara Deureuham ini, portofolio pembiayaan akan meningkat dan produktivitas ekonomi kreatif akan juga meningkat,” tukasnya. (Ra)

Pos terkait