Dianggap Tidak Mengindahkan Aturan BPPD Palembang Datangi Warung Bakso Granat

Oleh Klikampera pada Jumat, 6 September 2019 09:40 WIB
Warung Bakso Granat didatangi para petugas BPPD bersama SatPol-PP Kota Palembang

Palembang, klikampera.com – Buntut dari perusakan alat E-tax oleh kerabat pemilik warung Bakso Granat di Palembang kemarin, Rabu (4/9/2019). Hari ini warung Bakso Granat didatangi para petugas BPPD bersama SatPol-PP Kota Palembang.

Kedatangan dari pihak BPPD beserta para rombongan sekitar pukul 11.30 WIB berniat untuk menyegel warung makan tersebut.

Pemilik warung Bakso Granat Aziz mengungkapkan,ketika dijumpai awak media usai pertemuan dengan BPPD, pengerusakan terjadi akibat tersulutnya emosi kerabatnya akibat alat E-tax yang dipasang pihak BPPD mengganggu kelistrikan (colokan) yang ada.

“Sebenarnya kemarin sudah dipasang sekitar jam 2 sudah selesai, saya posisinya sudah pulang. Ada miss komunikasi antara adik dan pihak BPPD mungkin adik ini karena kurang ngerti, jadi karena stop kontak dipakai semua adik ini tersulut emosi,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (5/9/2019).

Ia cukup berat bersedia untuk dipasangkan alat E-Tax, namun karena karena memang peraturan yang mengharuskan memasang.

“Kalau merasa bersedia saya agak terpaksa apalagi ekonomi belakangan ini serba sulit. Kita coba dulu satu bulan kalau bagus ya saya lanjutkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris BPPD Ikhsan Tosni, usai bertemu dengan pemilik warung bakso granat menjelaskan, proses yang sudah berjalan karena sudah mencapai SP 3 dan alat belum terpasang.

“Penyegelan kita lakukan dengan alasan karena tidak mengindahkan aturan yang harus dijalankan, sudah ada undang-undangnya,” jelasnya.

Ikhsan menjelaskan kronologi perusakan alat terjadi usai pemasangan alat pukul 13:40 WIB. Setelah dicek di kantor BPPD ternyata alat yang ada di Bakso Granat Mas Aziz sudah di offline. Sehingga petugas kembali lagi mengecek dan ternyata kabel sudah diputus.

Ia memberikan waktu satu minggu untuk menyelesaikan tahapan berikutnya.

“Proses hukum dan pemasangan tetap berjalan, selama satu minggu kegiatan jual beli kita persilakan tapi ini harus diselesaikan,” pungkasnya.

Wartawan: M. Daud
Editor: Rianza

Pos terkait