Diduga Langgar AD/ART, Togar Simanjuntak: Hasil Kongres IPPAT Ke-VII Cacat Hukum

oleh -51 views
Diskusi Era Baru, di Rumah Makan Pindang Pegagan H Abdul Mutha’ah di Jalan Akses Bandara SMB II, Palembang, Sabtu (10/11/2018)

Palembang, klikampera.com – Kongres Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) ke-VII yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu masih menyisakan cerita kelam.

Pasalnya hasil keputusan kongres yang dihadiri oleh ribuan anggota IPPAT yang datang dari seluruh penjuru Indonesia dinilai cacat hukum dan mencederai nama organisasi.

Menyusul keputusan tersebut, anggota pengurus wilayah IPPAT  di beberapa Daerah sepakat mengajukan permohonan gugatan Ke Pengadilan Negri Jakarta Barat.

Koordinator Penggugat yang sekaligus anggota IPPAT, Tagor Simanjuntak menyebut, ketua terpilih yang dihasilkan dari kongres di Makassar lalu telah melanggar AD/ART Organisasi IPPAT.

“Pada kongres lalu, menghasilkan keputusan yang cacat hukum, hal ini dikarenakan pada AD/ART Organisasi IPPAT mengatur untuk pemilihan ketua harus mempunyai suara 50+1 agar bisa satu putaran, tapi kalau tidak mencukupi suara tersebut pemelihan ketua harus dilakukan dua putaran tapi kenyataannya dalam kongres kemarin tidak seperti apa yang di amanatkan oleh AD/ART,” Ujarnya usai Diskusi Era Baru, di Rumah Makan Pindang Pegagan H Abdul Mutha’ah di Jalan Akses Bandara SMB II, Palembang, Sabtu (10/11/2018).

Ia menilai, kongres yang digelar pada bulan Juli 2018 tersebut sarat akan kepentingan.

“Dari pertama mulai saja kemarin sudah terlihat tidak beres, awalnya dari quorum suara sah 3.787 peserta namun pada penghitungan menjadi 4.212 suara. Diperparah dengan kisruh karena intrupsi dari peserta kongres tidak di dengarkan,” ujarnya

Kendati sudah masuk keranah mejah hijau, togar mengatakan masih membuka pintu untuk dilakukan musyawarah untuk penyelesaian.

“Kita masih menunggu dari mereka untuk melakukan musyawarah untuk mencapai kesepakatan,” tuturnya

Senada yang di ucapkan Togar, Anggota Pengurus Wilayah IPPAT Sumsel, Zulkifli Rassy mengimbau kepada seluruh anggota IPPAT Sumsel satu suara menolak keputusan kongres.

“anggota IPPAT yang ada di Sumsel khususnya di kota Palembang agar lebih tahu bahwa tujuan kami menggugat keputusan ini bukan karena kami mempunyai kepentingan akan tetapi kami bertujuan untuk mengangkat Marwah Organisasi IPPAT ini sendiri,”jelasnya

Ia menambahkan, pihaknya tidak sedikitpun mempunyai niat untuk memecah belah organisasi ataupun membuat tandingan dari organisasi IPPAT ini sendiri.

“Kami tetap menjaga organisasi IPPAT sebagai satu-satunya Organisasi PPAT namun kami tetap membutuhkan suara dari anggota IPPAT seluruh Indonesia khususnya Sumsel,” Tandasnya

Sementara, ditempat yang sama Akademisi, Junaidi  menilai persoalan seperti ini seharusnya diselesaikan secara internal.

“Tidak seharusnya dibawah ke pengadilan karena persoalan seperti ini merupakan persoalan internal.

Ia menjelaskan, ini yang menjadi kelemahan di banyak organisasi pada AD/ART tidak di aturnya pasal mengenai cara penyelesaian sengketa.

“Tadi yang saya baca di AD/ART dari IPPAT sendiri tidak ada pasal atau aturan yang menyebutkan proses penyelesaian sengketa itu harus seperti apa,  dan ini seharusnya dibuat karena jika terjadi seperti ini aturan tersebut sangat penting,” tutupnya

 

Wartawan: Widarman
Editor: Rianza