Dinas Budaya Kota Palembang Buat Museum Keliling Kuatkan Eksistensi Sriwijaya

oleh -23 views
Museum keliling sedang menampilkan replika Prasasti Boom Baru di Taman TVRI Palembang, Rabu (9/10)

Palembang, klikampera.com – Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sumatera Selatan membuat museum keiling untuk menguatkan eksistensi Kerajaan Sriwijaya sekaligus mengajak masyarakat mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Kasi Permuseuman Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Nyimas Ulfa, Rabu (9/10), mengatakan museum keliling tersebut merupakan pilot program yang rencananya akan rutin dilaksanakan ke berbagai lokasi.

“Sementara waktu kami keliling ke empat lokasi yakni Kantor Ombudsman, Benteng Kuto Besak, Taman TVRI dan panggung De Burry, kelilingnya 8-10 Oktober,” ujar Nyimas Ulfa.

Pihaknya membawa beberapa koleksi museum untuk ditunjukkan kepada masyarakat, seperti replika Prasasti Kedukan Bukit dan Prasasti Boom Baru peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya.

Melalui prasasti tersebut, masayarakat diharapkan mempercayai keberadaan Sriwijaya yang pernah berkedudukan di Kota Palembang, sehingga tumbuh kebanggaan dan bisa menangkal stigma negatif terhadap Kerajaan Sriwijaya akhir-akhir ini.

“Di Kota Palembang sudah ada Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya sebagai museum khusus yang menyimpan informasi dan koleksi terkait Kerajaan Sriwijaya, tapi Museum SMB II tetap menampilkan beberapa replika prasasti serta koleksi Sriwijaya untuk menguatkan,” tambah Nyimas.

Melalui museum keliling juga, kata dia, masyarakat semakin memahami bahwa Palembang sebagai kota tertua di Indonesia dengan usia 1.336 tahun memiliki sejarah peradaban panjang yang bukti-buktinya tersaji di Museum SMB II.

“Pekan depan kami akan membawa museum keliling ini ke sekolah-sekolah yang jauh dari Museum SMB II, sudah menjadi kewajiban Dinas Kebudayaan untuk memberi tahu sejarah terkait Kota Palembang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa museum keliling merupakan program publik bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diharapkan dapat meningkatkan literasi masyarakat terkait sejarah.

(Ant/riil)