Disdik Sumsel Minta Kasus Dugaan Pungli SMAN 5 dan SMAN 6 Palembang Tuntas

Oleh Klikampera pada Senin, 27 Agustus 2018 15:24 WIB
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Bonny Syafrian saat memberikan keterangan pers usai menerima LAHP dari Ombudsman

Palembang, klikampera.com – Pihak Dinas Pendidikan Sumsel meminta kasus dugaan pungutan liar (Pungli) komite SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 5 Palembang segera tuntas dalam dua bulan kedepan.

Demikian disampaikan Pelaksana Harian (PlH) Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Bonny Syafrian menerima Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) dua sekolah terduga pungli dari Ombudsman RI Perwakilan Sumsel, Senin (27/8/2018).

Bonny menegaskan bahwa terkait uang Tunjangan Hari Raya (THR) dan Uang Bahan Bakar Minyak (BBM) masuk dalam ranah pungutan.

Sehingga pihak Dinas Pendidikan Sumsel meminta kedua sekolah menghapuskan soal THR dan BBM yang fiambil dari sumbangan wali murid yang masuk kategori pungutan.

“Ya, kalau dari LAHP Ombudsman tadi masuk kategori pungutan. Jadi THR dan BBM kita delete,” ujar Bonny.

Lanjut dia, bahwa jika kedua sekolah bisa membuktikan bahwa dugaan Ombudsman bukan lagi pungutan tapi sumbangan maka bisa saja menjadi sumbangan. Sehingga semua akan dituntaskan dalam dua bulan hingga Oktober 2018 mendatang.

“Tapi yang jelas, apapun bentuknya yang menarik uang kepada wali yang ditentukan berapa dan harus kapan, itu dinamakan pungutan dan itu dilarang, kecuali ada opsi,” urainya.

Misalnya di SMA Negeri 5 Palembang, karena ada full day jadi mereka memobilisasi makan siang. Jika makan siang tersebut diharuskan untuk iuran maka hal tersebut jelas pungutan. “Tapi jika siswa diminta dua opsi, boleh makan bersama atau sendiri-sendiri itu bukan termasuk pungutan,” tegasnya.

Bonny meminta agar sekolah jangan coba-coba melakukan pengutan berkedok sumbangan. Pasalnya, sumbangan adalah tidak mematok jumlah dan wali kurid bebas memberikan berapapun.

“Dan kapan pun mau bayar terserah selama itu tidak lebih satu tahun kareba itu kan satu tahun,” pungkasnya.

 

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza

 

Pos terkait