Dua Bulan Tak Ada Kabar, Korban Mahasiswa Robohnya BEI Jakarta Diberi Santunan

  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Setelah dua bulan tak ada kabar usai peristiwa robohnya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, akhirnya Universitas Bina Darma Palembang yang menjadi otoritas pengirim mahasiswa dalam kegiatan studi banding mengumpulkan keluarga korban.

Pasalnya pihak UBD mengumpulkan para orang tua korban untuk menyampaikan bahwa PT First Jakarta Internasional (FJI) akan memberikan santunan kepada para korban jatuhnya selasar di gedung BEI.

Salah satu perwakilan orang tua korban yakni Derlan, orang tua dari Tiara Indan Saktia mahasiswa semester 5 Akuntansi UBD Palembang mengatakan, pertemuan ini hanya membahas santunan yang diberikan oleh PT FJI. Namun yang kita ingin adanya berdialog langsung antara orang tua korban dan pihak PT FJI.

“Kita selaku orang sangat berterima kasih kepada kampus. Karena kampus ini sebagai fasilitator antara korban dan PT FJI yang akan memberikan santunan,” kata Derlan usai pertemuan dengan pihak kampus, Selasa (27/3/2018)

Dikatakannya, insiden ini terjadi saat mahasiswa sedang melalukan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di bawah bimbingan UBD. Mengenai kesehatan para korban, dirinya berharap kesehatan para korban akan terpenuhi sampai sembuh total tidak ada batas ukur.

“Yang disampaikan pihak UBD bahwa korban akan diberikan santunan, yakni korban yang mengalami luka ringan mendapatkan 5 juta, korban yang agak parah mendapatkan 10 juta, dan korban yang luka parah mendapatkan santunan sebesar 50 juta,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk korban yang paling parah ada 31 orang dengan sebab patah kaki, pungung namun masih dalam masa pengobatan, dan untuk selebih korban luka ringan.

“Harapan keluarga korban pertangung jawaban PT FJI terhdapa mahasiswa pengobatan sampai sembuh total tidak ada batas ukur barometernya,” bebernya.

Untuk pengobatan selama ini, pihak korban mengeluarkan biaya sendiri, akan tetapi sifatnya rembes, yakni akan dikembalikan oleh UBD. “Untuk beli obat dan segala macam kita biaya sendiri, tapi akan dirembes oleh UBD selagi itu menyangkut pengobatan,” jelasnya.

Sementara itu, pihak UBD Palembang, Rolia mengatakan, PT FJI telah memberikan surat kuasa kepada UBD untuk mencairkan dana pengobatan para korban.

“Hanya memberikan surat kuasa saja untuk pencairan dana pengobatan. Nantinya akan ada MoU dengan para korban, namun dibawah payung UBD,” pungkasnya. (SGR)

Pos terkait