Dua Orang PKL Minta Maaf Kepada Pol PP, Kasus Kericuhan Berakhir Damai

oleh -47 views

Palembang, klikampera.com – Insiden kericuhan antara pedagang kaki lima (PKL) dengan petugas Sat Pol PP Kota Palembang di kawasan Jakabaring bebertwaktu yang lalu, akhirnya berkesudahan damai.

Hal ini setelah dua orang pedagang yang telah melukai petugas Pol PP meminta maaf langsung di kantor Sat Pol PP Kota Palembang, Kamis (6/9/2018).

Didampingi suami dan keluarga, kedua pedagang menyampaikan langsung dihadapan awak media, terkait permohonan maaf atas bentrok yang sempat membuat dua anggota Satpol PP mengalami luka-luka.

“Saya Reni, memang benar saya melempar box es ke wajah anggota Pol PP, kami merasa bersalah dan meminta maaf dengan Pol PP,” ungkap Reni, salah satu PKL.

Hal yang sama juga disampaikan Rudi, suami dari Reni ini pun mengakui kesalahan istrinya.

“Pada saat kejadian saya ada disitu, namun kalau salah ya memang salah. Masalah pemukulan, bukan ditangkap tapi kami diamankan karena istri saya bersalah, telah melempar box es itu ke arah wajah Pol PP,” Kata Rudi.

Di tempat yang sama, pedang lainnya bernama Ria mengaku bersalah telah memukul salah satu anggota Satpol PP dan telah meminta maaf kepada Pol PP Kota Palembang atas kejadian tersebut.

“Sebelumnya saya minta maaf dulu kepada anggota Pol PP, karena saya telah mencetok (memukul) kepala Agus, salah satu anggota Pol PP. Itu dikarenakan saya tidak sengaja dan saya sudah meminta maaf kepada para anggota Pol PP, sudah sekian,” sampainya.

Namun, saat disinggung terkait kronologis kejadian hingga menyebabkan kisruh dan menimbulkan korban luka-luka, Kedua pedagang kebingungan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Pengacara Satpol PP Kota Palembang.

“Kami serahkan semuanya kepada pengacara Pol PP, sekian terimakasih,” tutupnya dengan nada takut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Operasional Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum dan Tranmas), HS Hendra menerangkan, harus diketahui dua orang anggota Satpol PP yang mengalami luka serius, yakni satu bernama Hendra harus mendapat 18 jahitan dan satunya bernama Agus yang mendapat 4 luka jahitan akibat luka serius yang dialamai.

“Kedepan saya berharap tidak ada kejadian seperti ini lagi dan para pedagang agar jangan lagi berdagang di badan jalan dan troatoar karena itu selalu dipantau oleh Satpol PP karena itu sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 43 tahun 2002. Jadi kami berharap pedagang dapat berdagang ditempatnya,” pungkasnya.

Wartawan : Jaka Pratama