Erick Minta BUMN Tidak Terlena Laksanakan KPI di Tengah Covid-19

Oleh Klikampera pada Jumat, 3 April 2020 14:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir di sela-sela rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (2/11/2019)

Jakarta, klikampera.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta kepada seluruh BUMN untuk tidak terlena dalam melaksanakan indikator kinerja utama (key performance indicators/KPI) di tengah wabah COVID-19.

“Keadaan memang sulit karena COVID-19, tapi juga seperti yang saya sampaikan kita tidak boleh terlena pasrah tanpa terus gerak. Kami di Kementerian BUMN tetap melakukan KPI, seluruh proyek strategis harus dijalankan,” ujar Menteri Erick melalui video konferensi di Jakarta, Jumat (3/4).

Ia menyampaikan karena sejumlah proyek-proyek strategis itu sudah dilakukan pembahasan jauh sebelum COVID-19 mewabah.

“GCG (good corporate governance) fokus kepada bisnis inti yang berkelanjutan agar kita terus sehat apalagi saat ini ada COVID-19, secara korporasi ya terus kita lakukan efisiensi,” katanya.

Erick mengatakan efisiensi BUMN juga sejalan dengan yang dilakukan pemerintah pusat ketika melakukan perubahan alokasi APBN untuk diprioritaskan ke bidang kesehatan.

“Kami juga di Kementerian BUMN melakukan langkah-langkah hal yang sama, karena itu bisnis proses yang benar harus diutamakan dibandingkan project based,” paparnya.

Dalam pelaksanaan efisiensi BUMN, Erick memastikan untuk berusaha maksimal tidak ada pemutusan hubungan kerja.

“Bagaimana nasib karyawan? Kita seminimal mungkin tidak lay off. Banyak sekali perusahaan shell-shell company yang sebenarnya bisa digabungkan. Kami di Kementerian BUMN dan seluruh perusahaan bekerja keras terlepas ada COVID-19,” ucapnya.

Di tengah wabah COVID-19, menurut dia, efisiensi menjadi sangat penting karena dapat mempengaruhi arus kas perusahaan.

“Ketahanan cash flow masing-masing perusahaan menjadi raja. Ini kenapa harus efisien. Kita tidak mau hanya bicara ukuran tapi tidak sehat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Erick mengatakan, Kementerian BUMN saat ini memiliki 27 klaster bisnis. Pihaknya akan melakukan penyesuaian suplai chain dan rantai bisnis.

“Kita coba sampai 14 kluster efisiensi. Masing-masing Wamen (Wakil Menteri) memegang tujuh sampai delapan kluster. Tentu masing-masing perusahaan tergantung hasil diskusi, tinjau ulang dengan konsultan pendampingnya,” katanya.

“Saya harapkan para perusahaan BUMN harus punya arah dan kepastian yang jelas karena persaingan ini akan terus berlanjut,” kata Erick menambahkan.

(Ant/riil)

Pos terkait