Fitri Instruksikan PDAM Bangun IPAB Untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih

oleh -8 views
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda hari ini mengajak seluruh jajaran beserta staf dari pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Kota Palembang, Senin (2/12/2019)

Palembang, klikampera.com – Semakin meningkatnya pertumbuhan masyarakat yang timbul saat ini, menjadi persoalan tersendiri pasalnya pengunaan Instalasi Air Bersih yang ada saat ini masih dinilai banyak kekurangan terlebih khusus diwilayah perkotaan. Hal ini di peruntukkan Guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Palembang saat ini.

Melalui Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda hari ini mengajak seluruh jajaran beserta staf dari pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Kota Palembang, Senin (2/12/2019) diruang rapat PDAM di Jl. Rambutan Ujung Kota Palembang.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda menyampaikan, dengan kehadirannya hari ini guna mendorong seluruh jajaran kinerja dari PDAM ini dalam meberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat dimana PDAM ini sendiri sudah memiliki program kegiatan jangka panjang dalam mengatasi kesulitan air bersih saat ini.

“Dari hasil paparan yang telah disampaikan oleh Direktur PDAM Andi Wijaya dimana dia mempunyai program jangka panjang guna mengatasi kesulitan air bersih bagi masyarakat Kota Palembang. Namun disamping itu juga kebutuhan air bersih masyarakat ini tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” ungkapnya.

Lanjut Fitri mengatakan, untuk di kawasan Seberang Ulu Palembang akan selesai kesulitan air bersih dengan selesainya intake pada tahun 2020. Tetapi untuk kawasan Seberang Ilir ada beberapa daerah khususnya pinggiran belum dapat menikmati air bersih dari PDAM ini, dan ini semua baru bisa diatasi pada tahun 2022.

“Jangka pendek untuk pemenuhan air bersih, kita akan memaksimalkan instalasi Pengolahan Air Bersih (IPAB) bantuan dari kementerian. Selain kita akan membangun IPAB baru. Saat ini ada 98 IPAB, ada yang masih berjalan dan lainnya tidak. Saya minta IPAB yang tidak dikelola agar dikelola oleh PDAM,” kata Fitri saat rapat di kantor PDAM Kota Palembang.

Ia juga menyampaikan, untuk Satu IPAB ini sendiri mampu di manfaatkan masyarakat mulai dari 35 sampai 50 Katu Keluarga (KK), namun tidak tutup kemungkinan kalau dibuat kapasitas lebih besar maka bisa menjangkau lebih dari 50 KK bagi masyarakat yang belum mendapat pelayanan air bersih ini.

“IPAB ini sendiri dapat menjadi solusi jangka pendek sebelum intake PDAM selesai dibangun. Dan untuk IPAB tidak membutuhkan anggaran yang besar, hanya Rp100 juta per-IPAB nya. Saya minta daerah yang masih kesulitan air bersih dan ada sumber mata air untuk dibuatkan IPAB,” terangnya.

Sementara itu Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya akan mendata dan menginventarisir daerah yang belum teraliri jaringan PDAM dan memiliki sumber air untuk di bangun IPAB seperti permintaan Wakil Walikota.

“DARI 98 IPAB yang tidak berjalan biasanya karena mahalnya pembayaran listrik dan mahalnya bahan kimia penjernih air. Yang masih berjalan biasanya karena berdekatan dengan masjid, karena selain untuk kebutuhan masjid, dana pengelolaan berasal dari infaq di masjid,” jelasnya.

Ia tidak bisa mengelola IPAB karena aturan hukum, IPAB merupakan Aset masyarakat yang dihibahkan dari.kementerian. Pihaknya hanya menjadi menjadi pembina saja, misalnya dengan membeli bahan kimia secara bersama sama dengan PDAM sehingga lebih murah.

“Kami juga bisa membangun IPAB sebagai CSR perusahaan. Kalau pembangunan dari PDAM atau dari Pemkot yang dihibahkan kepada PDAM maka kami dapat mengelolanya,” katanya.

Ia juga menyatakan sebagai perusahaan, ia dituntut untuk mencari keuntungan tetapi di lain pihak perusahaan juga harus memperhatikan pelayanan sosial.

“Kami juga akan membantu pembinaan dan pengelolaan IPAB yang sudah ada tetapi tidak berjalan. Saat ini kami sedang membangun intake untuk seberang ulu dan ilir. Untuk seberang ulu selesai tahun 2020 dan untuk seberang ilir tahun 2022,” ucapnya.

Untuk tahun depan seberang ulu sudah dapat diatasi kekurangan air bersih, tetapi seberang ilir masih kekurangan 2.000 liter per-detik, terutama di daerah Talang Jambe, Sukarami, Sungai Lais, Sungai Batang, Mata Merah, Kalidoni. Untuk daerah tersebut diperlukan.

Wartawan: M.Daud
Editor: Rianza