Fitrianti Agustinda Ajak Camat di Kota Palembang Berinovasi dalam Pengelolanan Sampah dengan Metode 3R

Oleh Klikampera pada Selasa, 23 April 2019 13:57 WIB
Wakil Walikota Fitrianti Agustinda, Selasa (23/4) saat meninjau lokasi bank sampah di Kalidoni

Palembang, klikampera.com – Wakil Walikota Fitrianti Agustinda mengajak kepada semua camat yang ada di kota Palembang untuk berinovasi dalam pengelolanan sampah dengan metode instalasi pengolahan bank sampah pada Reuse, Reduce dan Recyle (3R) yang ada di Kalidoni dan Sematang Borang.

Melalui edukasi yang diterapkan dua Kecamatan tersebut, Wakil Walikota Fitrianti agustinda mengatakan jika sampah yang ada seluruh di kecamatan ini ternyata bisa menghasilkan uang tentunya dengan pengelolaan dan penataanya yang benar.

“Setiap harinya sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 karyajaya 1200-1300 ton perharinya, jika semua itu menumpuk dan tidak bisa dikelolah maka akan menumpuk seperti TPA Sukawinatan. Nah jika ada sistem pengolahan sampah yang ada di bank sampah kecamatan Kalidoni ini maka akan mengurangi volume yang ada di TPA tersebut karena sudah dikelolah,” jelasnya Selasa (23/4) saat meninjau lokasi bank sampah di Kalidoni.

Selain itu juga Fitri merasa bangga sekali atas kerja keras dan inovasi dari teman-teman Kalidoni yang sudah menghasilkan prodak hasil dari pengelolaan sampah.

Seperti halnya sampah yang berasal dari kantong kresek plastik ternyata bisa menghasilkan minyak berjenis solar dan premium hingga minyak tanah yang bisa digunakan sebagai keperluan di lokasi bank sampah ini sendiri setidaknya untuk bahan bakar mesin itu sendiri.

“Tadi saya juga melihat secara langsung proses pencacahan sampah organik dan non organik. Untuk organik bisa menghasilkan pupuk kompos yang dipergunakan sebagai pengolahan bibit tanaman yang bisa dijual, dari hasil tersebut satu bulan menghasilkan pendapatan 10 juta perbulan dari hasil pengelolaan pupuk dan tanaman,” terangnya.

Ditempat yang sama, camat Kalidoni Arie Wijaya menambahkan jika perharinya kita bisa menampung dan mengerjakan sampah tersebut satu kontener karena kita mengalami kesulitan dalam memilah sampah tersebut. Belum lagi kami menerima sampah langsung dari masyarakat setempat yang datang serta dari motor bak sampah.

Wartawan: Ria Amelia
Editor: Rianza

Pos terkait