Gandeng Konselor Kebudayaan Iran, UIN Bahas Krisis Kemanusiaan di Palestina

  • Whatsapp

Palembang, Klikampera.com – Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina kini menaruh iba di berbagai belahan dunia, bahkan PBB pemilik otoritas dinilai saat ini belum bisa menyelesaikan konflik yang terjadi atas kesewenang-wenangan Israel.

Guna memberikan pencerdasan dan wawasan mengenai krisis kemanusiaan yang terjadi, Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang bersama Konselor Kebudayaan Iran mengajak mahasiswa gali sejarah perseteruan Palestina dan Israel yang hingga saat ini semakin memanas.

Ketua Pelaksana Kuliah Tamu bertema “Gusdur and Imam Khomeini on Palestine: a Socio-History Perspectives”, Nyimas Umi Kalsum mengatakan, kegiatan tersebut memberikan wawasan sejarah dan sosial kepada mahasiswa bagaiamana akar permasalah yang terjadi pada Palestina dan Israel.

“Kita ajak mahasiswa untuk mengatahui sejarah perseteruan kedua negara ini melalui perspektif dua tokoh yakni Gusdur dan Imam Khomeini dari Iran,” ungkapnya disela kegiatan di Akademik Center (AC) UIN Raden Fatah Palembang, Senin (4/6/2018).

Ketua Prodi Megister Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fahum UIN Raden Fatah ini menjelaskan, mengatahui sejarah perselisihan kedua negara yang susah lama terjadi tersebut diharapkan bisa membuat mahasiswa memiliki rasa peduli dan simpati kepada sesama muslim yang ada di Palestina.

“Kita juga melibatkan Konsular Kebudayaan Iran yang dipadukan dengan perpsektif Gusdur. Sehingga kedua perspektif ini akan menjadi satu dan menemukan koimaks terutama dengan karya terkait Palestina yang dilahirlan oleh Gusdur,” paparnya.

Direktur Iran Corner UIN Raden Fatah Palembang, Kiki Mikail mengukapkan, bidang pendidikan dan budaya menjadi salah satu fokus yang dilakukan untuk membela Palestina. Kegiatan ini untuk mengatahui bagaimana pemikiran dan konsep Gusdur dan Imam Khomeini tentang negara Palestina.

“Dua tokoh ini banyak konsen dalam pembebasan Palestina melalui karya mereka. Jadi perlu kita bahasa dsn pelajari bersama,” pungkasnya. (SGR)

Pos terkait