Gandeng Sembilan Perusahaan, Demi Distribusi Lulusan

Oleh Klikampera pada Kamis, 4 Oktober 2018 14:38 WIB
Kegiatan Validasi Silabus SMKN II Palembang dengan berbagai Perusahaan di Aula SMKN II Palembang

Palembang, klikampera.com – Upaya SMK Negeri II Palembang dalam memaksimalkan lulusan yang siap kerja terus dilakukan. Termasuk dengan menyelaraskan silabus sekolah dengan kebutuhan industri dengan menggandeng 9 perusahaan.

Demikian disampaikan Kepala SMK Negeri II Palembang Drs. Zulkarnain, M.T., pada Kegiatan Validasi Silabus SMKN II Palembang dengan berbagai Perusahaan di Aula SMKN II Palembang, Kamis (4/10/2018).

“Karena SMK N 2 harus bekerja di Industri, 100 persen siswa mesti bisa. Dari semua program yang ada disini seperti jurusan mekatronika, teknik kendaraan ringan, teknik tenaga lkstrik, teknik sepeda motor dan lainnya. Bukan saja dari sekolah kami, tapi dari total siswa SMK Sumsel yang berjumlah 111.041,” terang Zulkarnain.

Lebih lanjut, Try Irwantoro dari pihak industri Astra Honda Motor menambahkan jika SMK N 2 sudah sering bekerja sama untuk menciptakan siswa berbakat.

“Terakhir kita adakan perlombaan untuk program teknik sepeda motor yang melibatkan sekolah ini (SMK N 2 Palembang) dan mereka berhasil menyabet juara kedua,” jelasnya.

Senada dengan itu dikatakan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Sumsel Yose Aprizal mengatakan mendapatkan pekerjaan setelah tamat sekolah, adalah bonus. Dan bagi mereka yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi merupakan kemampuan yang lebih.

“Jadi hari ini kita akan melakukan MOU dengan 9 industri agar siswa SMK bisa belajar dan industri menerima kemampuan siswa sesuai kebutuhuan yang dicari. Kita lihat sekarang antara kurikulum dan kebutuhan indsutri itu, belum singkron. Jadi pelaksanaan validasi ini untuk membenahi dan menyelaraskan silabus,” ujarnya

Adanya kegiatan ini juga sebagai bahan suporting untuk keberhasilan para siswa kedepannya. Selan itu, adanya tambahan dukungan impresi No.6 tahun 2009 bagi revitalisasi bagi SMK.

“Sesuai keputusan kita akan menjalankan kurikulum dengan penyelarasan industri sehingga dunia usaha dapat merangkul siswa SMK. Kemudian meningkatkan jumlah SDM, dengan jumlah guru terbatas akibat guru produktif sudah banyak yang pensiun. Terakhir akan meengeluarkan sertifikat untuk para siswa yang diakui di Asia Tenggara,” pungkasnya.

 

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza

Pos terkait