Gubernur Sumsel Akan Anggarkan Dana Pencegahan Karhutla

Oleh Klikampera pada Rabu, 7 Agustus 2019 08:50 WIB
Gubernur Sumsel, Herman Deru

Palembang, klikampera.com – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, pihaknya pada tahun mendatang akan menganggarkan dana untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada APBD 2020.

“Dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan tahun mendatang, bukan saja akan menganggarkan APBD untuk pemadaman tetapi juga anggaran pencegahan,” kata Herman Deru di Palembang, Selasa.

Menurutnya, pencegahan penting mengingat bila sudah terjadi kebakaran maka sulit untuk dipadamkan terutama pada lahan gambut.

Meski begitu, Herman tidak merinci lebih lanjut total anggaran yang akan diajukan di RAPBD 2020. Ia hanya menjelaskan, bahwa program ke depan akan memanfaatkan lahan yang kurang produktif di Sumsel untuk dikelola menjadi lahan pertanian.

Sementara untuk lahan yang sudah terlanjur terbakar di Kabupaten Ogan Ilir, Gubernur telah mengintruksikan para bupati untuk menginventarisir lahan tidak produktif milik warga agar dijadikan lahan produktif yang pembiayaannya ditanggung Pemprov Sumsel.

Apalagi sekarang ini ada program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) dan itu lebih efektif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Hal ini karena lahan yang produktif akan selalu terjaga dan hasilnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat.

Program Serasi, akan lebih efektif dalam menjadikan Sumsel Lumbung Pangan Nasional sekaligus menekan terjadinya kebakaran disaat musim kemaru.

Sementara mengenai kondisi pencegahan dan kebakaran sendiri, pihaknya harus mendapat informasi yang real time untuk pemadaman. Informasi akurat, infrastruktur yang kuat, SDM siap supaya antisipasi lebih maksimal.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan upaya antisipasi meluasnya jumlah titik api yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan khususnya di kabupaten dan kota yang memiliki lahan gambut mudah terbakar.

Luas lahan gambut di Sumsel mencapai 1.270.041 hektare yang tersebar di Kabupaten Musi Rawas, Penungkal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, Muratara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

“Jadi kondisi tersebut yang menjadikan Provinsi Sumsel siaga kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau,” ujar Gubernur.

(Ant/riil)

Pos terkait