Haedar : Ukhuwah Bisa Hancur Karena Kepentingan Pribadi

oleh -57 views

Palembang, klikampera.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar resepsi milad Muhammdiyah ke 105 M / 108 H, di Auditorium PW Muhammadiyah Sumsel pada Rabu (20/12). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PWM Sumsel Prof. Dr. Romli, serta jajaran pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Warga Muhammadiyah se- Sumsel.

Pada kesempatan ini juga turut digelar penandatanganan kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Palembang dan Suara Muhammadiyah yang penandatangananya langsung oleh Rektor UMPalembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dan Direktur Suara Muhammadiyah Deni Asyari, M.A.

Dalam kesempatan itu Haedar berpesan agar milad Muhammadiyah ke 105 ini dapat dijadikan momentum muhasabah, tafakur, dan syiar dakwah.Selain itu, Haedar juga menyebutkan tiga hal yang dibutuhkan dalam mewujudkan cita-cita Muhammadiyah menciptakan Islam yang sebenar-benarnya.

Pertama, kita harus berpondasi pada ketaqwaan. Karena taqwa merupakan puncak keunggulan hati dan iman seorang muslim. “Memaafkan dan menahan amarah merupakan bagian ketaqwaan yang tidak mudah dilakukan,” ungkap Haedar.

Kedua, jalinan ukhuwah dan solidaritas, masyarakat tidak akan menjadi kuat jika tidak ada Ikatan kolektif.

“Perbedaan menjadi landasan konflik yang kuat dan dengan ketaqwaan hal tersebut bisa diatasi, karena penyakit persatuan merupakan perpecahan yang didasari kepentingan. Ukhuwah bisa hilang karena kepentingan pribadi, dan ukhuwahnya hanya sebatas retorika,” ujar Haedar.

Ketiga, membangun masyarakat utama yang unggul dan berkualitas. “Muhammadiyah bisa berkhoiruh ummah karena dalam diri masyarakatnya memmpunyai semangat berkhoiruh ummah,” ucap Haedar.

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa umat Islam di Indonesia berjumlah 230 juta jiwa, serta memiliki semangat dan spirit keislamanan yang semakin tinggi. Seharusnya hal ini dapat menjadi kekuatan besar bagi muslim di Indonesia. Namun, kondisi yang ada saat ini ummat Islam masih terbelakang, baik dalam ekonomi maupun dalam pergolakan politik.

“Haedar menilai hal ini disebabkan oleh kebersamaan sesama muslim yang belum maksimal” tambah Haedar.

Sementara itu, Ketua PWM Sumsel Romli mengatakan semakin panjang umur sebuah organisasi maka akan semakin eksis organisasi tersebut, dan Muhammadiyah yang telah berusia 105 tahun eksistensinya terus berlanjut dengan berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan hajat umat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial

“Momentum milad ini kita jadikan syiar menampakan perjuangan dakwah Muhammadiyah, sehingga dapat terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” pungkas Romli.