Heboh, Kasus Inses di Lampung Selatan

Oleh Klikampera pada Selasa, 22 Januari 2019 10:21 WIB
Kasus dugaan inses (hubungan sedarah) antara M (53) dan PR (18), anak kandungnya, terjadi di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan: (Ilustrasi)

Lampung Selatan, klikampera.com – Kasus dugaan inses (hubungan sedarah) antara M (53) dan PR (18), anak kandungnya, terjadi di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Kasus ini bermula saat video hubungan intim itu tersebar di grup WhatsApp, dimana dalam video itu, seorang ayah dan anak perempuannya diduga melakukan hubungan intim.

Aparat Polres Lampung Selatan kemudian langsung bergerak cepat mendalami kasus beredarnya video hubungan intim yang dilakukan perempuan berinisial PR (18) dengan ayah kandungnya tersebut. Polisi pun telah menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini, yakni berinisial “K” yang diduga menyebarkan video hubungan intim tersebut.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan mengatakan, kisah di balik video hubungan intim yang terjadi antara ayah dan anak kandungnya, tidak seperti yang beredar di masyarakat.

Kapolres Lampung Selatan AKBP M. Syarhan

“Dari hasil penyelidikan Polres Lampung Selatan dan Polsek Kalianda, korban mendapatkan ancaman atau intimidasi dari suami sirinya yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Metro, karena tersandung kasus narkoba,” kata Syarhan saat menggelar jumpa pers di halaman Mapolres Lampung Selatan, Senin (21/1).

Syarhan mengatakan, PR melakukan hubungan intim dengan M (53), ayah kandungnya, atas perintah K. Dari balik penjara, K menghubungi PR untuk merekam video hubungan intim dengan ayah kandungnya.

“Video ini dibuat sekitar Bulan Oktober 2018 lalu, sebelum PR pergi ke Jawa karena mengaku tertekan dan ingin memutuskan komunikasi dengan tersangka dengan pergi ke Jawa,” terang Syarhan.

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk UU ITE terkait penyebaran video porno tersebut, dan juga terkait kegiatan proses perzinahannya,” kata Syarhan.

Sementara itu, tersiar kabar bahwa pelaku inses tersebut, yakni M dilepas oleh pihak kepolisian. Terkait informasi dilepasnya M (53), pelaku yang diduga melakukan hubungan inses dengan anaknya, Syarhan mengatakan hal itu karena tidak ada pihak keluarga yang menyampaikan tuntutan dan memberi laporan ke polisi, sementara, para tokoh masyarakat meminta M pergi dari desanya.

Tak lama tersiar kabar tersebut, kasus ini membuat geger, dan warga langsung mengamankan M dan diserahkan ke Polsek Kalianda, Minggu (6/1).

Menurut catatan yang diperoleh Komisi Nasional Perempuan, dari 9.409 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan sepanjang 2017, 1.210 di antaranya merupakan kasus inses.

“Paling banyak kasus inses dilakukan oleh ayah kandung sebanyak 425 kasus, kemudian dilakukan oleh paman 322 kasus,” ungkap Mariana Amiruddin, Komisioner Komnas Perempuan, dan Perlindungan Anak.

Mariana Amiruddin, Komisioner Komnas Perempuan, dan Perlindungan Anak

Menurut Mariana, hal ini menunjukan bahwa baik ayah maupun paman yang seharusnya menjadi pelindung, bukan lagi menjadi sosok yang aman bagi korban. “Kita tahu jika dua orang ini seharusnya mampu melindung, bukan sebaliknya,” ujar Mariana.

Untuk itu Komnas Perempuan mendorong RUU tentang penghapusan kekerasan seksual, harus mengacu pada fakta-fakta korban di lapangan. “Yang kita harapkan bukan berdasarkan pendapat yang bersifat asumsi atau analisis yang tidak memiliki kaitan dengan fakta yang ditemukan,” ujar Mariana.

Wartawan: Jaka
Editor: Rianza

Pos terkait