Herman Deru Ajak Jaga Keutuhan Bangsa di Hari Amal Bakti

oleh -13 views
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat membuka Hari Amal Bakti di Halaman Griya Agung

Palembang, klikampera.com – Gubernur Sumatera Selatan mengajak para generasi muda, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarkat untuk menjaga keutihan bangsa melalui momentuk Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag Ke- 73 yang dilaksanakan di Griya Agung.

Turut hadiri 3.500 peserta dari berbagai unsur seperti siswa madrasah negeri, guru dan pegawai madrasah dan sekolah umum, pondok pesantren, UIN Raden Fatah, pramuka, serta pegawai Kanwil, Kemenag Kota Palembang, dan Balai Diklat Keagamaan Palembang.

Tamu undangan yang hadir antara lain FKPD Provinsi Sumsel, OPD Provinsi Sumsel, tokoh lintas agama, Ormas Islam, Majelis Taklim, pensiunan Kemenag, dan dharma wanita persatuan Kemenag Sumsel.

“Mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa. Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari kita jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antarsesama anak negeri,” ajak Deru saat membacakan sambutan Menteri Agama RI, Kamis (3/1/2019).

Menurutnya, seluruh ASN dan jajaran Kementerian Agama harus menjadi perangkai, penjalin, dan perajut tenun kebangsaan yang bhinneka.

Setiap warga Kemenag harus menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan memberikan amal Bhakti bagi segenap warga negara tercinta.

Dia juga berharap, pembinaan toleransi dan kerukunan antarumat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa dapat disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik.

“Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain. Sementara moderasi beragama adalah upaya untuk mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman yang dan praktek keagamaan yang berlebihan dan ekstrem. Adapun pembangunan akhlak adalah aspek yang sangat fundamental sebagai pilar utama keadaban bangsa agar kita semua tidak tercabut dari fitrah kemanusiaan kita,” jelasnya.

Dalam kesematan yang sama, Deru juga membentuk Petugas Penghubung Keagamaan Desa (PPUKD). Petugas PPUKD sebelumnya bertugas sebagai P3N. PPUKD merupakan tokoh agama, tokoh masyarakat di desa yang biasa memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat di desa masing-masing.

Pembentukan PPUKD ditandai dengan penandatangan MoU Gubernur Sumsel dengan perwakilan PPUKD masing-masing Kabupaten/Kota se Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang.

“PPUKD tidaklah sama dengan P3N, karena PPUKD dibentuk dan di SK kan oleh Gubernur, selain itu beberapa tugas pokok yang di laksanakan P3N seperti pencatatan nikah tidak dilakukan oleh PPUKD.” ujarnya.

Namun pembinaan keagamaan dan membantu informasi pernikahan, pembinaan keluarga juga dilakukan oleh PPUKD. PPUKD dibentuk dan digagas oleh Gubernur Prov. Sumsel yang dirintisnya sewaktu ia menjabat sebagai Bupati OKU Timur. Hal ini karena luasnya wilayah Prov. Sumsel terutama pada tiap Kabupaten dan jumlah penyuluh agama khususnya yang PNS tidaklah memadai.

Ia mengungkapkan bahwa PPUKD dibentuk sebagai pengganti P3N. P3N yang berakhir masa jabatannya, maka pemerintah daerah berinisiatif untuk membentuk PPUKD tersebut. dikatakan pula bahwa PPUKD ini akan di angkat dan di SK kan oleh Gubernur, mengingat pentingnya peranan dari petugas penghubung Urusan Keagamaan pada tiap desa.

PPUKD bertugas membantu memberikan pembinan keagamaan pada masyarakat di tiap desa, karena tugas P3N di Desa sangat banyak, mulai dari urusan menyelenggarakan jenazah, Marhaban, kegiatan keagamaan lainnya. Oleh sebab itu keberadaannya masih sangat dibutuhkan masyarakat.

“Dulu ada P3N, namun karena P3N ditiadakan maka pemerintah harus membentuk PPUKD, hal ini penting karena Pembina Keagamaan masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, oleh sebab itulah PPUKD akan membantu tugas P3N, dalam pembinaan keagamaan” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sumsel HM. Alfajri Zabidi, MM, M.Pd.I ditemui usai apel mengaku bersyukur dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Agama telah meraih sejumlah capaian dalam reformasi birokrasi, seperti tercermin antara lain dari kenaikan penilaian mandiri reformasi birokrasi.

Juga indeks kepuasan publik atas pelayanan haji dan pencatatan nikah yang terus meningkat. Banyak juga unit organisasi dan satuan kerja Kemenag yang telah menerapakan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan mengembangkan digitalisasi pelayanan publik di bidang keagamaan.

“Alhamdulillah, sesuai arahan Menteri Agama, Kanwil Kemenag Sumsel sudah menerapkan PTSP sejak awal program ini digagas beberapa tahun lalu. Dan kini Kanwil Kemenag Sumsel sudah menerapkan aplikasi PTSP berbasis web yang tentu akan semakin mempermudah dan meningkatkan layanan terhadap masyarakat. Beberapa Kankemenag kabupaten/kota dan madrasah juga sudah menerapkan PTSP seperti Kemenag Banyuasin, Kota Palembang, dan OKU Timur,” tutur Fajri.

Dalam kesempatan itu, Fajri sangat mengapresiasi perhatian Gubernur Sumatera Selatan tersebut terhadap pembinaan keagamaan. Karena perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan keagamaan itulah, maka pada kesempatan itu, Deru menerima penghargaan sebagai Pelopor Petugas Penghubung Keagamaan Desa (PPUKD) yang diberikan oleh Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sumsel HM. Al Fajri Zabidi.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Gubernur H. Herman Deru. Alhamdulillah pada peringatan HAB ke-73 tahun 2019 ini, kami difasilitasi tempat di Griya Agung Palembang. Ini merupakan sejarah bagi Kanwil Kemenag Sumsel. Baru kali ini upacara HAB Kemenag digelar di kediaman resmi Gubernur Sumsel. Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh FKPD, senior-senior kami di Kementerian Agama, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat, serta seluruh undangan yang pada hari ini berkenan menyempatkan diri untuk hadir,” pungkasnya.

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza