HPI Kota Palembang Buka Perekrutan Untuk Menjadi Pramuwisata

oleh -241 views

Palembang, klikampera.com – Setelah sekian lama tidur, geliat perkembangan pariwisata di Kota Palembang menujukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dibawah pemerintahan walikota sebelumnya, yang mana program pengembangan pariwisata di Kota Palembang menjadi prioritas untuk di kembangkan.

Dengan adanya peningkatan kepariwisataan ini, didukung dengan penambahan kawasan destinasi wisata baru. Yang mana dengan adanya penambahan destinasi wisata baru ini diharapkan dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan wisatawan asing, tentunya di iringi dengan meningkatnya kebutuhan akan pemandu wisata (tour guide) yang siap memandu wistawan ke lokasi-lokasi destinasi yang di kunjungi. Hal itulah yang mendorong DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Palembang membuka kesempatan kepada pemerhati wisata baik itu masyarakat umum, pekerja dan mahasiswa yang ingin bergabung menjadi pemandu wisata di Kota Palembang.

“Kita akui untuk pemandu wisata di Kota Palembang ini masih kurang, kalau pun ada masih harus ditingkatkan. Saat ini yang telah bergabung di keanggotaan kita ada sekitar 210 orang dengan 80 persen diantaranya adalah pemula, “ ungkap Ketua DPC HPI Kota Palembang, M. Erfandi saat di bincangi di kantornya, Senin (14/5/2018).

Menurutnya ada tiga kategori pemandu wisata yang menjadi keanggotaan di HPI. Yakni kategori A untuk pemandu wisata yang sudah memiliki keahlian yang dibuktikan dengan sertifikasi, kategori B dengan jam terbang yang masih kurang, serta kategori C atau kategori pemula yang kebanyakan mahasiswa yang masih mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.

“Untuk yang kategori A dan B ada sekitar 110. Tapi untuk yang kategori A atau yang memang sudah ahli baru ada 10 sampai 15 tour guide,” tuturnya.

Erfandi mengatakan, dikarenakan 80 persen diantaranya adalah pemula, dibutuhkan pelatihan pelatihan kepariwisataan seperti kemampuan berbahasa asing, kemampuan public speaking, produk knowledge serta etika dalam memandu para wisatawan. Sedangkan untuk pemandu wisata dengan kategori A dengan sertifikasi biasanya sudah memiliki jam terbang tinggi karena biasanya sudah bekerjasama dengan pelaku industri pariwsata seperti travel agent.

“Untuk kategori B kita bantu dengan menambah jam terbang mereka dengan ditempatkan di destinasi wisata yang ada, begitu wisatawan datang, para tour guide ini bisa langsung mendampingi sehingga menambah pengalaman mereka,” ulasnya.

Karena Kota Palembang terkenal dengan wisata budayanya, seorang pemadu wisata juga harus mengetahui mengenai sejarah tempat-tempat wisata yang yang ada. Dengan menguasai sejarah-sejarah dan cerita-cerita mengenai destinasi wisata, suasana pendampingan akan jauh dari kesan bosan.

“Jadi tidak hanya datang, foto-foto sudah itu pulang. Akan ,” ulasnya.

Lebih lanjut tambah Erfandi, pihaknya juga berharap adanya destinasi wisata yang banyak, tentunya dibarengi dengan promosi yang tinggi. Pasalnya bagaimana wisatawan akan datang, kalau promosi tidak gencar.

“Pramuwisata ini kerjanya kan menunggu, ada wisatawan yang datang mereka baru bekerja, kalau tidak ada yang datang ya bagaimana mau bekerja,” tukasnya.

Menyambut Asian Games 2018 yang akan di gelar Agustus mendatang, DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) akan ikut ambil bagian mempromosikan destinasi-destinasi wisata di Palembang kepada tamu-tamu, peserta maupun official Asian Games. Akan ada 100 tour guide yang disiapkan dan di tempatkan di 13 destinasi wisata unggulan yang ada di Kota Palembanng.

“Yah, kita di minta dari Pariwisata Kota dan Provinsi untuk meyiapkan 100 tour guide yang akan ditempatkan di 13 destinasi wisata unggulan Kota Palembang,” ungkap Ketua DPC HPI, M Erfandi.

Karena Asian Games ini merupakan event internasional terangnya, pihaknya juga membutuhkan pemandu wisata yang tidak hanya menguasai bahasa Inggris saja, melainkan juga pemandu wisata yang menguasai bahasa Mandarin, Jepang, Korea dan Arab.

“Ini kan event internasional, jadi pemandu wisatanya harus sudah bersertifikasi, lebih baik lagi bersertifikasi internasional juga,” tuturnya.

Saat ini untuk calon pemandu wisata yang sudah mendaftar di DPC HPI sendiri ada 210 orang. Yang mana saat ini, para calon tour guide ini dalam tahap pelatihan pelatihan kepariwisataan seperti publik speaking, produk knowledge an etika berhadapan dengan wisatawan.

Senada di sampaikan Ketua Seksi Organisasi DPC HPI Kota Palembang, Anggana, adapun pelatihan yang di berikan kepada para calon tour guide ini berisikan tentang penguasaan bahasa, yang mana penguasaan bahasa asing minimal bahasa Inggris yang mumpuni menjadi syarat utama. Disamping syarat lainnya seperti mampu menghidupkan suasana saat mendampingi wisatawan maupun etika dalam memandu wisata.

“Pelatihan kita lakukan sampai dengan mendekati pelaksanaan Asian Games,” tukasnya.

Untuk itu, tambah Angga, untuk mengenalkan destinasi wisata yang ada kepada peserta Asian Games, pihaknya membuka paket wisata gratis untuk peserta dan official Asian Games. Para Atlet yang sudah tidak lagi bertanding dan belum kembali kenegaranya, didampingi dengan LO an Volentier dapat mengunjungi destinasi wisata yang ada.

“Kan mereka ini yang selalu bersama dengan para atlet. Jadi harus ada sinergi juga antara LO, Volentier dengan kita, sehingga para tour guide bisa bekerja,” pungkasnya. (ra)