IMA World Kampanye Gizi di Seluruh Wilayah Sumsel

oleh -97 views

Palembang, klikampera.com – Stanting atau lebih dikenal dengan kondisi bayi yang lahir dengan panjang kurang normal atau dibawah 48 cm akan berdampak pada perkembangan anak hingga masa depannya.

Berangkat dari hal tersebut, IMA World masih dalam momentum Hari Gizi Nasional melakukan kampanye hidup sehat diberbagai wilayah.

Kali ini menghadirkan berbagai narasumber dan digelar di di Hotel Raden KM 11 Palembang, Kamis (15/2/2018).

Hadir sebagai narasumber, Sukarna, Bappeda Banyuasin, Basarul, Kabid Kesmas Dinkes Banyuasin, Yeni Roslaini, konsultan IMA World Health.

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa stanting suatu kondisi gizi buruk yang menahun, dari hasil survei pemantauan status gizi menurut indikator anak balita di Banyuasin status sangat pendek 16,6 persen, pendek 16,2 persen dan stanting 32,8 persen dan normal 67,2 persen .

Sedangkan di Sumsel angka stanting lebih rendah dari Banyuasin, di Sumsel 22,8 persen angka stanting.

Terkait dengan kondisi gizi dan pangan, Bappeda Banyuasin telah menyusun rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG) Banyuasin 2017-2018.

Menurut Sukarna, dukungan kebijakan pemkab melakukan kerja sama TP PKK dan Dinas Ketanganan Pangan (Desa Mandiri Pangan), Perda Kawasan tanpa rokok, Perbup ASI eksklusif, dan Perbup gerakan masyarakat hidup sehat (Germas).

Pada bagian lain, Yeni memaparkan, setelah program KGN dan pencegahan stanting di Banyuasin, terdapat beberapa pencapaian. Pertama kebijakan daerah dan sudah terdapat naskah awal rencana aksi pangan dan gizi, makin tinggi pengaktifan posyandu.

Hal ini ditandai dengan meningkatkan jumlah kedatangan ibu balita ke posyandu yang naik 10 persen. Selain itu ujar Yeni, posyandu menjadi tempat konseling bukan hanya untuk menimbang bayi.

Selain itu bagaimana melibatkan para laki-laki untuk mengurus anak-anak. Selain itu melibatkan tokoh agama, PKK, tokoh masyarakat, dan kepala desa.

“Selain itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan hingga ke Puskesmas. Beberapa cara efektif yaitu pelatihan komunikasi antar personal, aktivasi posyandu dengan metode menarik, kemudian konseling individual bagi ibu hamil dan ibu baduta,”pungkasnya. (SGR)