IWbA Palembang Gelar Kejurnas Woodball Open 2018

Oleh Klikampera pada Sabtu, 24 Februari 2018 02:22 WIB

Palembang, klikampera.com – Jelang Asian Games 2018, Pengurus Kota Indonesian Woodball Association (IWbA) Kota Palembang menggelar Kejuaraan Nasional bertajuk Woodball Invitation di Venue Soft Bali, Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Jumat (23/2/2018).

Kejuaraan Nasional ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo, dan dihadiri Ketua Umum PB IWbA Pusat Sutarjo dan Ketua Umum IWbA Sumsel H Sunnah SH MH.

Kejurnas ini setidaknya diikuti 79 peserta yang terbagi dalam kelas Junior dan Senior, baik dari Sumsel, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Bali, dan Boyoali. Para peserta dibagi menjadi senior dan junior, dan masing-masing juga dibagi putra dan putri.

Kategorinya pun beragam, mulai dari Strock, dan Fairway. Menurut Ketua Indonesian Association Woodball (IWbA) Kota Palembang Yuniarti Minha, kejuaraan kali ini merupakan perdana bagi Kota Palembang. Dengan harapan agar olahraga ini menjadi populer.

“Ini menjadi terobosan baru bagi kami. Tujuan kami ingin mensosialisasikan olahraga ini agar lebih populer di masyarakat,” terangnya.

Ia menuturkan, olahraga ini memang masih belum begitu terkenal di kalangan masyarakat. Padahal, olahraga yang mirip golf ini cukup murah dan bisa dimainkan dimana saja, tanpa terbatas usia.

Karena itu, dengan adanya kejuaraan ini diharapkan dapat memasyarakatkan olahraga yang masuk ke Indonesia tahun 2006 tersebut. Apalagi saat Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua mendatang, bakal diputuskan bahwa cabor ini akan dipertandingkan sebagai cabor resmi. Bukan lagi eksebisi (perkenalan) seperti PON 2016 di Jawa Barat kemarin.

“Karena ini event nasional, diharapkan dapat membangkitkan semangat menuju PON 2020 Papua,” tuturnya.

Disisi lain, saat dipantau Sripoku.com olahraga tersebut memang cukup menarik untuk dicoba. Pemain hanya perlu memukul bola kayu dengan mallet (stil kayu), seperti pada permainan golf.

Bedanya, bukan dipukul menuju lubang, tapi kepada sebuah bandul kayu yang diletakkan dengan jarak yang diatur. Bola harus melewati celah dua kayu yang ada sebatang kayu tergantung di celah tadi, sampai bandul berputar ke atas.

Namun jika terlalu kuat, bola akan terlempar keluar garis batas yang telah ditentukan. Keadaan tersebut dinamakan out of boundary (OB).

Sementara itu, IWbA Kota Palembang dan Pengurus Provinsi sendiri tengah gencar melakukan pembinaan dengan mensosialisasikan olahraga tersebut di sekolah-sekolah. Sehingga diharapkan banyak bibit muda yang terjaring dari sekolah yang ada di Sumsel khususnya.

“Untuk itu kami di setiap sekolah mengadakan audiensi dan sosialisasi di Kota Palembang, untuk kemudian menjadikan woodball sebagai olahraga yang digemari, ekstrakurikuler hingga materi olahraga di sekolah-sekolah,” pungkasnya. (SGR)

Pos terkait