Jakarta Banjir Lagi, Ternyata Ini Penyebabnya

oleh -103 views

Jakarta, klikampera.com – Sejumlah wilayah ibu kota tergenang akibat tingginya curah air kiriman dari Bendung Katulampa Bogor, sejak Minggu 4 Februari malam.

Data BPBD DKI menyebutkan ada 12 wilayah terdampak banjir Jakarta. Wilayah tersebut adalah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina dan Kampung Melayu. Di sejumlah titik tersebut, air menggenang dengan ragam ketinggian mulai 50 hingga 170 sentimeter.

BPBD DKI Jakarta mengaktifkan Peringatan Dini Disaster Warning System (DWS) lintasan Sungai Ciliwung. Lurah dan camat serta warga yang tinggal di bantara kali juga sudah diberitahu untuk bersiaga banjir Jakarta.

Informasi itu dikeluarkan menyusul hasil pengamatan ketinggian muka air di Bendungan Katulampa, Bogor.

Menurut keterangan resmi BPBD DKI, pada pukul 08.30 WIB, ketinggian Katulampa mencapai 220 cm. Ketinggian itu masuk kategori Siaga I.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Minggu malam menyebabkan debit air sungai Ciliwung naik Senin pagi.

Petugas Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, menjelaskan kenaikan volume air terjadi secara bertahap. Debit air mulai naik sejak Minggu tengah malam, yakni pukul 00.00 WIB.

“Debit air mulai naik pada Minggu pukul 23.00 dan terus sampai ketinggian 110 cm pada pukul 01.00 WIB,” kata Andi, Senin.

Menurutnya, debit air sempat turun naik di kisaran 80-90 cm selama empat jam. Kemudian kembali naik menjadi 110 cm pada pukul 07.00 WIB dan terus naik sampai 130 cm pukul 07.25 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, Ibu Kota telah siaga hadapi banjir kiriman dari Bogor. Menurut Anies, posisi siap siaga tidak hanya berlaku di daerah aliran Sungai Ciliwung, tetapi juga di jalan protokol.

“(Jalan protokol) per sore ini seluruh jajaran dalam posisi siaga, Dishub siaga untuk lalu lintas,” kata Anies di pintu air Manggarai, Senin 5 Febrauri 2018.

Lalu apa yang menyebabkan banjir Jakarta kali ini?

Jika melihat data, banjir Jakarta yang terjadi dari kemarin merupakan banjir kiriman dari bogor. Melesatnya pertumbuhan perumahan di kota bogor hingga sampai ke pinggiran kota bogor, dinilai menjadi penyebab terjadinya banjir besar tersebut, karena daerah resapan air dari bogor hingga Jakarta terus berkurang, sehingga debit air semaikin cepat naik.

Menurut keterangan dari Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, perkembangan properti seperti perumahan di Kota Bogor sudah tidak lagi terjadi di tengah kota. Menurutnya, arah properti residensial sudah meluas ke kawasan yang terletak di antara Jakarta dan Bogor.
“Pertumbuhan properti residensial seperti perumahan banyak terdapat di pinggir Kota Bogor. Kalau kita lihat perkembangan perumahan mengarah di lokasi-lokasi antara Jakarta dan Bogor,” ujarnya, Senin (5/2/2018).

Dengan semakin berkembangnya pertumbuhan perumahan ini, berdampak negative terhadap daerah resapan air, jadi tidak heran jika dampak yang dirasakan bisa sampai ke Jakrata. (RZP)