Jalur SNMPTN Dibuka, Unsri Tetapkan Kuota 20 Persen

oleh -42 views
Humas dan Publikasi Universitas Sriwijaya (Unsri), Zulkifli Dahlan

Palembang, klikampera.com – Berbeda dengan tahun sebelumnya, pembukaan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2019 dibuka lebih awal.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang beredar kalender akademik Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeristek-dikti) bahwa tanggal 4 Januari telah dilaunching jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Humas dan Publikasi Universitas Sriwijaya (Unsri), Zulkifli Dahlan mengatakan, pihaknya mengatakan SNMPTN baru saja dilounching oleh pusat, bersamaan dengan PTN se-nasional.

Kendati demikian, sama seperti tahun sebelumnya, seleksi masuk PTN dibagi menjadi tiga bagian, yakni Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN), dan diakhiri dengan Mandiri PTN.

“Mulai tanggal 4 itu siswa sudah bisa mengisi Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS) sampai dengan tanggal 25 Januari,” ujar Zulkifli, Sabtu (5/1/2019)

Dikatakan Zulkifli, selain jadwal yang dimajukan, perbedaan SNMPTN untuk tahun ini salah satunya adalah penurunan kuota penerimaan mahasiswa. Walaupun berbeda, penerimaan mahasiswa baru itu tetap melalui 3 jalur, SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri.

“Untuk proporsi yang sudah ditetapkan Kemenristek-dikti adalah untuk SNMPTN adalah minimal 20 persen dan yang melalui SBMPTN minimal 40 persen dan untuk Mandiri maksimum adalah 30 persen. Kalau kita bandingkan tahun lalu poinnya adalah untuk SNMPTN ada pergeseran yaitu dari 30 persen turun menjadi 20 persen” terangnya lagi.

Ia menambahkan, selain itu pada ketentuan penerimaan SNMPTN terdapat perbedaan presentase tiap sekolah dalam kategori akreditasi. Pada sekolah dengan akreditasi A mengambil 40 persen terbaik di sekolahnya, akreditasi B mengambil 25 persen terbaik di sekolahnya dan akreditasi C lima persen terbaik di sekolahnya.

“Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah jumlah program studi yang bisa diambil oleh peserta. Apabila pada tahun 2018 peserta bisa mengambil maksimal tiga program studi, saat ini peserta hanya bisa mengambil maksimal dua program studi yang berasal dari PTN sama atau berbeda,” jelasnya.

Zulkifli menjelaskan, perbedaan selanjutnya yakni jika sebelumnya SNMPTN ditangani oleh panitia pelaksana, kali ini akan dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Menurutnya LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru.

“Kalau tahun sebelumnya peserta daftar dulu baru tes, maka ketentuan di tahun 2019 adalah tes dulu kemudian dapat nilai. Nah nilai tersebut dipakai untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri,” pungkasnya.

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza