Januari 2019, Tiga SMA Unggulan di Palembang Mulai Buka PPDB

Oleh Klikampera pada Jumat, 28 Desember 2018 16:37 WIB
Ilustrasi

Palembang, klikampera.com – Bagi para siswa yang saat ini menduduki bangku kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madradag Tsanawiyah (MTs) atau sejenisnya siap-siap diawal 2019 jika ingin masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan.

Pasalnya, Januari 2019 bulan depan, tiga SMA unggulan yang bakal menjadi sekolah favorit dan rebutan sudah mulai membuka lewat program jalur Penelusuran Minat dan Potensi Akademik (PMPA).

Ketiga sekolah tersebut, ialah SMA Negeri Sumsel, SMA Negeri 1 Palembang, dan SMA Negeri Plus 17 Palembang. Pasalnya ketiga sekolah memilih PPDB lebih awal karena baru tiga sekolah ini yang memakai kurikulum Cambridge.

“PPDB ini kita bebas tidak menerapkan sistem zonasi khusus SMAN 1, SMAN plus 17 dan SMAN Sumsel itu lintas Zonasi. Dan SMAN 1 telah menyiapkan kuota 5 persen untuk PMPA,” ujar Kepala SMAN 1 Palembang, Nasrul Bani, Jumat (28/12/2018).

Bagi para calon siswa yang ingin mendaftar melalui jalur PMPA ke tiga sekolah tersebut bisa pada tangga 10-11 Januari 2018. Selanjutnya tanggal 12 Januri Seleksi berkas dan tanggal 14 Januari pengumuman.

Dijelaskannya, SMAN 1 menerapkan sistem PPDB lintas zonasi dan juga kurikulum Cambridge, karena untuk menjaring anak yang cerdas baik yang pra-sejahtera dan mampu secara finansialnya.

“Nantinya akan ada tes TOEFL. Dari sana maka akan kita tentukan peringkatnya, untuk masuk ke kelas Cambridge. Dimana kita menyiapkan tiga kelas Cambridge dengan kapasitas maksimal 20 siswa,” bebernya.

Selain itu, nantinya akan ada pemetaan yang menghasilkan silabus khusus, di mana anak itu belajar kurikulum Cambridge dan nasional secara bersamaan.

“Pelaksanaannya itu tingkat keluasan materi lebih tinggi dibanding nasional dan juga bahasa penyampaiannya kita usahakan dominan bahasa Inggris,” terangnya lagi.

Senada dengan hal itu, Kepala SMAN Sumsel, M Ridwan Aziz menuturkan, sejak awalnya berdirinya SMAN Sumsel para calon siswa diseleksi dari seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Sehingga pihaknya tidak menerapkan sistem zonasi.

“Malah angkatan pertama siswanya ada yang dari Bali, Jawa, Aceh, dan Kalimantan. Jadi kita memberikan beasiswa penuh kepada mereka yang berprestasi dan berasal dari keluarga pra sejahtera,” jelas Aziz.

Sementara untuk penerapan kelas Cambridge sudah lama diterapkan. Bahkan untuk di Sumsel, pihaknya sudah menjadi pelopor akan pengimplementasian kurikulum internasional tersebut.

“Sistem seleksi siswa benar-benar ketat, ada beberapa kriteria yang menjadi persyaratan untuk masuk ke SMAN Sumsel. Maka itu kita tidak termasuk dalam PPDB zonasi,” pungkasnya.

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza

Pos terkait