Jelang Asian Games, Ini Target Mengejutkan Laba BPR Sumsel

Oleh Klikampera pada Jumat, 19 Januari 2018 02:23 WIB
  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Tak bisa dipungkiri, dinobatkannya Palembang sebagai host city Asian Games 2018 sangat berdampak semua sektor secara signifikan di Bumi Sriwijaya. Tak hanya soal, percepatan infrastruktur akan tetapi akselerasi iertumbuhan ekonomi.

Bahkan, memasuki tahun Asian Games 2018 kali ini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel membidik laba bersih diangka Rp 18 miliar. Pasalnya, secara tak langsung pesta olahraga bangsa-bangsa Asia di Palembang akan terjadi perputaran ekonomi secara tajam.

“Tahun lalu kita berhasil membukukan laba bersih Rp9 miliar dan tahun ini kita targetkan dua kali lipat,” ujar Plt Direktur Utama BPR Sumsel Marzuki disela-sela acara bakti sosial donor darah pengurus dan karyawan BPR Sumsel dalam rangka rangkaian HUT BPR Sumsel ke-X di PMI Kota Palembang, Kamis (18/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut Marzuki menambahkan memasuki tahun 2018, BPR Sumsel genap berusia 10 tahun. Suatu usai yang menurutnya melakukan akselerasi dalam berbagai capaian. Sehingga tepat di usai 10 tahun pada 22 Januari 2018 mendatang BPR bakal menggelar syukuran dengan diisi tausyiah siraman rohani dan juga doa bersama.

“Artinya, tahun ini menjadi terobosan baru dalam peningkatan laba bersih bisa tercapai mengingat tantangan semakin berat,”jelasnya.

Selain itu, BPR Sumsel lanjut Marzuki akan melakukan konsentrasi memperbaiki kualitas kredit dengan menyelamatkan kredit yang bermasalah karena belakangan kredit mikro melemah lantaran penurunan daya beli masyarakat yang berdampak secara signifikan.

“Jadi target utama adalah perbaikan NPL, ekspansi kredit, melakukan proses penguatan organisasi dan melakukan pengembangan teknologi menuju BPR Sumsel yang mengikuti trend perubahan,”jelasnya.

Meskipun diakui, target tersebut tak semudah membalikkan telapan tangan. Pasalnya BPR Sumsel mengakui bahwa secara mikro, situasi ekonomi mikro menantang, harga karet kurang stabil dam secara teknologi mendapat ancaman dari Pulau Jawa.

“Karena kita lihat tantangan teknologi begiti cepat, di Pulau Jawa sudah ada Finance Teknologi jika ini masuk ke Sunatera tentu tantangan berat bagi kita,”pungkasnya.

Pos terkait