Jelang Asian Games, Pelatih Dituntut Ikuti Perkembangan Zaman

Oleh Klikampera pada Jumat, 12 Januari 2018 02:42 WIB

Sumatera Selatan, klikampera.com – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel menuntut pelatih agar mengikuti perkembangan zaman. Apalagi, saat ini era technologi begitu cepat, belum lagi Palembang didualat jadi tuan rumah Asian Games 2018.

Demikian disampaikan Kordinator Tim Evaluasi Pelatih Samsu Ramel dalam rapat kordinasi evaluasi pelatih berbagai cabor di Ruang Rapat KONI Sumsel, Kamis (11/1/2018).
Dalam rapat kordinasi tersebut dihadiri  43 pelatih Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) yang merupakan pelatih yang membina siswa dari 11 cabang olahraga yang ada di SONS.
Menurut Koordinator Tim Evaluasi Samsu Ramel, saat dievaluasi masih banyak pelatih yang belum menerapkan IT dalam kegiatan belajar-mengajar. Padahal, saat ini sport science menjadi
“Ini yang jadi catatan penting. Pelatih harus bisa menerapkan IT dalam setiap kegiatannya. Minimal, bisa komputer,” tegasnya.
Misalnya untuk mencari kondisi fisik atlet. Dengan penggunaan IT, maka akan diketahui kondisi atlet secara akurat karena didukung oleh fasilitas yang sudah maju.
“Contohnya ada istilah Polar Test. Itu tes denyut nadi dan jantung menggunakan alat. Jadi lebih akurat, ga lagi kayak jaman dulu pelatih masih meraba secara manual,” tuturnya.
Kedepan, pihaknya akan mendukung peningkatan kualitas pelatih dengan mengirimkan mereka ke penataran atau pendidikan. Baik di tingkat lokal maupun internasional.
“Dan juga mudah-mudahan kita akan mengadakan coaching klinik seperti sebelum-sebelumnya,” jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala SONS Sumsel Mitrisno. Ia mengatakan, saat ini tidak boleh lagi pelatih yang buta akan teknologi. Sebab, hal itu akan berpengaruh terhadap prestasi atlet yang dibinanya.
“Ga jaman lagi lah pelatih menyampaikan laporan pakai tulis tangan. Begitupun teknis lainnya. Setidaknya, mereka harus melek teknologi,” ujarnya di waktu yang sama.
Hal itu jelas akan berpengaruh bagi prestasi atlet. Ia juga sepakat jika penguasaan IT menjadi faktor penentu apakah pelatih tersebut diperpanjang kontraknya atau tidak. Sebab, untuk tahun 2018 kuota pelatih untuk sekolah yang membina pemain Sriwijaya FC Ichsan Kurniawan itu terbatas.
Attachments area

Pos terkait