Jelang Asian Games, Rumah Ibadah di JSC Segera Rampung

Palembang, Klikampera.com – Jelang perhelatan Asian Games, berbagai kesiapan terus digeber di area stadion bertaraf internasional Jakabaring Sport City (JSC). Tak hanya venue, pun juga lima tempat ibadah yang juga menjadi poin yang penting terus diselesaikan.

Kesiapan lain yang juga kian gencar diselesaikan adalah turut membangun rumah ibadah untuk seluruh umat beragama di dunia. Sebelumnya, rumah ibadah yang dibangun hanya untuk lima agama. Namun ternyata saat dipastikan, akan ada enam rumah ibadah yang dibuat sebagai sarana non-venue.

Pembangunan non-venue ini ternyata murni, ide dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin, guna memudahkan atlet dan official untuk beribadah, terlebih jarak lokasi sangat dekat dengan wisma atlet.

Dikatakan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Eki Arsitra Rizky, pembangunan keenam rumah ibadah itu menjadi salah satu persyaratan dan kelengkapan non-venue kompetisi. Kemudian dengan letak bangunan yang terlihat sangat jelas dengan simbol setiap agama, membuat bangunan ini menjadi point penting.

“Saat ini, secara fisik, bangunan yang terletak pada area JSC itu sudah bisa dikenali oleh tiap penganut. Bangunan dipastikan bisa digunakan sebelum pembukaan Asian Games pada 18 Agustus nanti. Sejauh ini pembangunan sudah hampir di angka 80 persen”ujarnya Selasa (5/6/2018).

Menurut Eki Pembangunan rumah ibadah tersebut, juga dianggap sebagai simbol pemersatu bangsa. Itu menjadi bukti lanjutan bagi posisi Sumatera Selatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah bebas konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

“Sejauh ini yang saya tahu, ada beberapa ketua dari persatuan agama yang menyambut baik bangunan rumah ibadah ini. Ada beberapa waktu lalu, dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumatera Selatan, merespon positif kehadiran pembangunan pura yang berdampingan dengan rumah ibadah umat Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Konghucu,”tambahnya.

Lanjut Eki, mengatakan untuk spesialis bangunan pura pun, tidak dibuat sembarangan. Pura yang dibangun pada titik utamanya, menggunakan sistem knock down yang didatangkan langsung dari Bali. Sedangkan untuk bangunan penunjang dikerjakan oleh tukang perantau asal Bali yang ada di Palembang.

Pokoknya kita selalu menargetkan, semua yang ada disini setiap venue atau non-venue terselesaikan pasti sebelum Asian Games berlangsung,”pungkasnya. (SGR)

Pos terkait