Jepang Borong Semua Medali Emas Triathlon Asian Games 2018

Oleh Klikampera pada Minggu, 2 September 2018 20:02 WIB
Atlet Jepang peraih medali emas dinomor Mixed Rellay Triathlon saat mengikuti upacara pengalungan medali di JSC Palembang
  • Whatsapp

Palembang, klikampera.com – Atlet Jepang tampil kembali trengginas di cabang olahraga triathlon di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang pada laga bergengsi Asian Games 2018.

Pasalnya, atlet Jepang berhasil memborong tiga dari semua medali emas yang dipertandingkan di cabang olahraga Triathlon.

Bermain di Internasional Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Minggu (2/9/2018), Kwarted Jepang yang turun dikelas Mixed Rellay putra berhasil melesat dengan membukukan catatan waktu terbaik 1 jam, 30 menit, 39 detik.

Keempat wakil Jepang  yakni Yuka Sato, Jumpei Furuya, Yuko Takahashi dan Yuichi Hosoda akhirnya memetik emas ketiga dicabang olahraga triathlon dan menutup kompetisi Asian Games terakhir di Palembang.

Mereka mengungguli tim Korea Selatan yang harus puas dengan medali perak dengan catatan waktu 1 jam 32 menit 51 detik dan perunggu diraih Hongkong dengan catatan waktu 1 jam 33 menit 04 detik. Sementara Merah Putih yang diperkuat sang Triathlon asal Sumsel Jauhari Johan harus puas diposisi keenam.

Presiden Federasi Triathlon Indonesia Mark Sungkar mengatakan bahwa kekalahan triathlon Indonesia memang diprediksi sejak awal. Hal ini ditengarai persiapan yang belum memadai dan support latihan yang tak maksimal.

Meski demikian, Indonesia tak tak begitu terpuruk dilaga Asian Games ini. Pasalnya, Kwarted Asihta Aulia Azzahra, Jauhari Johan, Eva Desiana dan Andi Gumilang Lawello berada diurutan kedua untuk kelas Asia Tenggara setelah tim Filipina yang membukukan catatan waktu 1 jam 39 menit 08 detik di peringkat keenam ini.

“Bisa masuk 10 besar di nomor mix relay ini memang sesuai dengan target dari kita, ini sebuah prestasi yang sangat luar biasa terlebih anak-anak cuma memiliki waktu sekitar 3 bulan untuk berlatih menghadapi Asian Games kali ini,” ungkap Mark.

Lanjut dia, tim triathlon yang turun di Asian Games yang sebagian besar pemula ini akan langsung dipersiapkan untuk Sea Games 2019 di Filipina. Dimana, langkah awal dua dari enam atlet triathlon Indonesia dalam waktu dekat bakal dikirim untuk ikut dalam kejuaraan dunia di Yordania.

“Yang pasti saat ini kita kekurangan atlet triathlon putri, menghadapi Sea Games minimal kita butuh lima. Kalau untuk putra tidak ada kendala,” jelasnya.

Disamping itu, untuk pengembangan olahraga triathlon ke depan butuh perhatian yang lebih dari negara dalam hal ini Kemenpora. Kenapa Mark berbicara demikian?, Pasalnya hingga kini akomodasi plus gaji atlet dan pelatih tim triathlon Indonesia untuk Asian Games ini belum juga dibayarkan oleh Kemenpora.

“Baru gaji di Januari yang dibayarkan selebihnya ditanggung oleh manager tim totalnya sekitar Rp 3,5 milyar. Kita harapkan usai Asian Games dapat tersebut dapat dibayarkan segera,” pungkasnya.

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza

Pos terkait