Jokowi Kritik Menteri LHK Siti Nurbaya

oleh -71 views

Yogyakarta, klikampera.com – Di depan civitas akademika Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Presiden Joko Widodo kembali melontarkan kritikan terhadap program kehutanan di Indonesia, Selasa lalu (19/12). Jokowi mengkritik anggaran yang dikucurkan untuk penanaman hutan sangatlah besar tetapi tak kunjung membuahkan hasil.

“Di Kementerian Kehutanan anggarannya berapa triliun setiap tahun. Sudah beberapa triliun. Jadinya apa? Tunjukkan kepada saya hutan yang jadi,” tegas Jokowi.

Jokowi menyampaikan jika hutan yang dianggapnya sukses secara pengelolaan adalah hutan milik UGM yaitu Wanagama. Wanagama sendiri berada di daerah Bunder, Gunungkidul.

“Anggaran di Kementerian Kehutanan gede sekali. Kenapa tidak kita bangun hutan-hutan seperti Wanagama ini. Nanti hutan konservasi digerogoti, habis terus, lama-lama hilang,” ucap Jokowi.

Jokowi menyebutkan dengan anggaran yang mencapai triliunan, seharusnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mampu menggarap hutan di Indonesia secara baik. Selama ini lanjut Jokowi, Kementerian LHK menanam miliaran pohon di Indonesia tetapi hanya sedikit yang berhasil tumbuh.

“Ya kalau tidak bisa, 1.000-2.000 (pohon) jadi setiap tahun, sehingga kalau 20 tahun sudah jadi berapa puluh ribu. Tidak usah kita kayak dulu-dulu (program) menanam pohon satu miliar pohon. Menanam satu juta pohon, mana yang jadi? Satu juta pohon paling 3 ekor saja hidup.

“Satu miliar (pohon) mungkin hanya enam pohon saja yang tumbuh. Kita harus ngomong apa adanya. Karena kita harus blak-blakan, yang penting ke depan harus diperbaiki,” urai Jokowi.

Jokowi menambahkan jika dirinya pernah menanyakan langsung permasalahan penanaman dan pengelolaan hutan pada Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar.

“Saya jengkel betul. Saya tanya ke Menterinya. Mana barangnya? Anggaran tahun ini. (Dijawab) sudah ditanam sekian ribu hektar. Ya mana tanamannya. Saya orang lapangan. Akan saya cek dan kontrol semuanya,” tegas Jokowi.

“Urusan ini saya akan kejar terus, harus jadi barang. Karena triliunan (anggarannya), sudah bertahun-tahun. Mulai saat ini uang itu harus jadi pohon hidup, harus jadi hutan dan kemakmuran rakyat,” tutup Jokowi.

Baca:  Sarasehan “Membangun Indonesia dari Kota Kecil” Desa Berdaya Kota Berjaya

-->