Kemendikbud RI Luncurkan Program TOEIEC di Palembang

oleh
Test Of English Internasional Education Cammunication dari Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI di SMK Negeri II Palembang

Palembang, klikampera.com – Guna meningkatkan kualitas lulusan SMK di Indonesia, Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) RI meluncurkan Program Test Of English International Education Cammunication (TOEIEC) di seluruh wilayah Indonesia.

Termasuk di Palembang, yang hanya fokus di dua sekolah pilot projek SMK yakni SMK Negeri II Palembang dan SMK Negeri VI Palembang.

Kepala SMK Negeri II Palembang Dra Zulkarnain MT mengaku bahwa kompetensi bahasa Inggris melalui Program TOEIEC Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI ini memang sangat penting bagi siswa.

“Karena selain menguji dan meningkatkan kompetensi bahasa Inggris, mereka yang ikut akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk menunjang mereka saat akan melamar pekerjaan,” terangnya, Senin (15/10/2018).

Pasalnya, soal yang diberikan langsung secara online dari Direktorat Pusat Pembianaan SMK Kemendikbud RI sehingga akan menguji sejauh mana pembelajaran bahasa inggris yang diikuti di sekolah.

“Dan saat ini kita fokuskan ke siswa kelas III karena sebentar lagi mereka akan terjun ke dunia industri atau dunia usaha setelah lulus nanti,” pungkasnya

Senada dengan itu dikatakan oleh Perwakilan Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI DR Bambang Heru Iswanto saat meninjau bahwa berdasarkan data statistika pengangguran SMK di Indonesia cenderung meningkat. Sehingga Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI terus berupaya melakukan pembinaan dan salah satunya memberikan Program Test Of English International Education Cammunication (TOEIEC) bagi siswa SMK.

“Statistika pengangguran SMK belakangan ini meningkat, saya lupa datanya. Sehingga melalui TOEIEC inilah kita harapkan siswa SMK memiliki kompetensi lebih dalam hak bahasa Inggris,”ujarnya.

Lanjut dia, diakui persaingan kerja, apalagi dijenjang SMK memang ketat. Apalagi menurutnya sejak ada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan masuknya Disrubtion 4.0 atau Revolusi Industri memaksa generasi muda harus pandai berbahasa Inggris.

“Jika perusahaan dihadapkan pada dua tenaga kerja yang mampu dan tidak mampu berbahasa Inggris sedangkan saat ini bahasa Inggris menjadi sangat penting, maka perusahaan tentu akan memilih seorang karyawan yang menguasai bahasa inggris,” tegasnya.

Oleh kareba itu, ia berharap melalui Program TOEIEC dari Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud RI ini bisa menangkal meningkatnya pengangguran SMK di Indonesia.

 

 

Wartawan: Anggra
Editor: Rianza