Kepala BRG Tinjau Pemulihan Hutan SM Padang Sugihan

oleh -21 views
Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead memegang selang yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman vegetasi gambut yang ditanam dalam proses revegetasi di SM Padang Sugihan, Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/8/2019)

Palembang, klikampera.com – Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead meninjau realisasi pemulihan hutan di Swaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis.

Hutan SM Padang Sugihan seluas 87 hektare ini sempat terbakar pada 2015 saat terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan yang cukup hebat ketika itu.

Kemudian, BRG melalui program 3R (Rewetting, Revegetasi dan Revitalisasi) mencoba memulihkan kawasan ini sejak 2016.

Hasilnya, dalam pantauan tampak kawasan ini sudah dipenuhi ilalang yang tumbuh subur.

Di sela-sela ilalang yang tumbuh subur itu juga ada tanaman-tanaman setinggi kurang lebih satu meter yang sengaja ditanam untuk pemulihan ekosistem.

Tanaman- tanaman khas vegetasi gambut itu diantaranya meranti, jelutung, Bintaro, pile, tembesu, keranji, medang, merawan, salam, perang.

Selain itu, kondisi alam juga sangat terkendali karena tidak ada kebakaran hutan dan lahan meski sudah tidak hujan 20 hari.

Nazir yang didampingi Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam pada kesempatan peninjauan ini juga menyaksikan langsung penyiraman tanaman-tanaman tersebut menggunakan selang yang terhubung dengan sumur bor.

“Ini suatu yang menggembirakan jika dibandingkan 2015 (saat karhutla), kawasan ini sudah hijau dan tanaman-tanaman ini tumbuh subur,” kata dia.

Nazir mengatakan terkait pemulihan lingkungan yang terbakar akibat karhutla ini, Presiden Joko Widodo memiliki atensi lebih.

“Bahkan, saat saya bertemu beliau (Jokowi) langsung bertanya, apakah tanaman jelutung sudah bisa tumbuh. Tentunya hasil dari pantauan saya akan saya laporkan bahwa di SM Padang Sugihan sudah tumbuh jelutung dalam program revegetasi,” kata dia.

Menurut Nazir, keberhasilan program rewettting (pembasahan) dan revegetasi (penanaman) di kawasan ini sudah mencapai 80 persen, atau melampaui target mengingat biasanya hanya bisa 35 persen.

“Nah ke depannya, kami akan mulai fokus pada revitalisasi (pemberdayaan ekonomi masyarakat), sebagai upaya pencegahan karhutla, agar tidak ada lagi masyarakat yang masuk ke kawasan hutan untuk mengambil kayu gelam dan lainnya,” kata tidak.

SM Padang Sugihan yang berada di jalur 21 ini berdampingan dengan belasan desa transmigran.

Di kawasan ini juga ada pusat pelatihan gajah. Sebanyak 38 ekor gajah terlatih dan 50 ekor gajah lihat hidup di kawasan ini.

Kawasan ini juga memiliki beberapa pos jaga dengan memberdayakan polisi hutan, petugas BKSDA.

(Ant/riil)