KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang Bantu Pemkab Banyuasin Urai Persoalan Warga Desa

Oleh Klikampera pada Rabu, 22 Januari 2020 14:42 WIB
Serah terima mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang kepada Pemkab Banyuasin dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan Ke-53 di Halaman Kantor Camat Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Rabu (22/1/2020)

Talang Kelapa, klikampera.com — Sebanyak 477 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang diterima oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Angkatan Ke-53 di Halaman Kantor Camat Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Rabu (22/1/2020).

Bupati Banyuasin yang diwakili Ir. Kosarudin, M.M., Asisten I Pemkab Banyuasin kepada 477 mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Palembang diminta untuk memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi warga.

“KKN reguler Universitas Muhammadiyah Palembang ini dapat membantu Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam mengurai dan mencarikan solusi permasalahan yang ada di masyarakat, ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang yang mengikuti KKN diharapkan dapat menerapkan ilmunya sesuai bidangnya masing-masing sehingga berbagai inovasi dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang Prof. Dr. Indawan Syahri, M.Pd., bahwa KKN ini dijadikan sarana belajar kemaysarakatan bagi mahasiswa.

“KKN ini adalah sarana belajar ilmu kemasyarakatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat dan menawarkan solusi atas permasalahan tersebut,” jelasnya.

“Tujuan dari KKN Universitas Muhammadiyah Palembang ini sendiri adalah agar mahasiswa dapat menerapkan ilmu-ilmu yang ada di bangku kuliah untuk bisa bersosialisasi dan memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat desa,” tambahnya.

Adapun mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang, yang melaksanakan KKN reguler angkatan ke-53 ini akan ditempatkan di kecamatan Talang Kelapa, dan kecamatan Sembawa di 20 desa.

Editor: Rianza

Pos terkait