Kualitas Dosen Menjadi Kunci Utama dalam Mensukseskan Kebijakan New Normal dan Merdeka Belajar Pada Perguruan Tinggi

Oleh Klikampera pada Selasa, 14 Juli 2020 16:48 WIB
Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam memberikan kata sambutan Webinar Nasional “Strategi Menghadapi Kebijakan New Normal dan Merdeka Belajar Pada Perguruan Tinggi”, Senin (13/7/2020)

Palembang, klikampera.com – Merdeka belajar dapat diwujudkan dengan menggali potensi para Dosen dan Mahasiswa untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Disinilah kualitas Dosen menjadi kunci utama. Dosen yang berkualitas dan berkompeten dapat mendorong kesuksesan belajar Mahasiswa. Dosen tidak akan bisa digantikan oleh teknologi. Teknologi hanyalah alat bantu Dosen dalam meningkatkan potensi mereka dan menjadi penggerak terbaik untuk mereka dapat memimpin pendidikan di perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam memberikan kata sambutan Webinar Nasional “Strategi Menghadapi Kebijakan New Normal dan Merdeka Belajar Pada Perguruan Tinggi”, Senin (13/7/2020).

Dr. Ir. Muchlas Arkanudin., M.T., Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta., Dr. Ir. Kgs. A Roni, M.T., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang., dan Ir. Sri Sunarjono, M.T.,Ph.D., IPM., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta., menjadi narasumber dalam Webinar Nasional tersebut.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., dalam sambutannya mengatakan, kita harus siap siaga untuk menghadapi era normal baru, yang pastinya akan sangat berbeda dengan normal sebelumnya. Dari yang awalnya bebas berinteraksi dengan orang, sekarang kita harus mematuhi protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. Tentu normal saat ini memiliki nuansa yang sangat berbeda. Seluruh sektor kehidupan akan bersiap-siap menerapkannya, tak terkecuali dalam sektor pendidikan.

“Oleh karena itu perguruan tinggi harus mencari strategi yang perlu dilakukan agar sukses dalam menghadapi kebijakan new normal adalah menyiapkan dan membangun seluruh mental civitas akademika, kebijakan perguruan tinggi juga harus fleksibel tetapi tidak mengurangi standar” jelasnya.

Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., melanjutkan bahwa perguruan tinggi dalam menghadapi era new normal dengan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para civiltas akademika tentang kondisi new normal dalam situasi pandemi corona sekarang ini bakal berbeda dengan kondisi sebelumnya.

“Ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi, yang dapat dilakukan para dosen dalam mengajar antara lain dengan blanded metode atau metode campuran, metode itu mencampurkan metode online dan offline, yakni pembelajaran dengan metode online dan untuk presentasi serta diskusi dengan metode offline. “Sikap yang dapat dimiliki mahasiswa yaitu mandiri, disiplin, dan kreatif” ulasnya.

Ia menambahkan, pada konteks inilah konsep “merdeka belajar” yang digagas oleh Menteri Nadiem Makarim menjadi relevan, merdeka belajar merupakan konsep belajar secara mandiri dan kreatif yang memungkinkan pihak-pihak yang terlibat untuk terus berinovasi, terutama dengan membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

“Belajar dirumah atau Learning From Home kita tetap berusaha mewujudkan Kemerdekaan Belajar itu, tiba-tiba saja kita mulai bersahabat dengan aplikasi seperti Zoom, Google Classroom, Webex, dan lain-lain” tambahnya.

Editor: Rianza

Pos terkait