Membuang Sampah Kulit Durian ke Sungai Musi, Empat Tersangka di Amankan Sat Pol PP Kota Palembang

Oleh Klikampera pada Selasa, 14 Januari 2020 08:47 WIB
Kepala Sat Pol PP Kota Palembang GA Putra Jaya

Palembang, klikampera.com – Sempat viral terekam aksinya Agus (31) warga 13 Ilir bersamaan tiga rekan lainnya turut diamankan di Kantor Sat Pol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kota Palembang, pasalnya (A) sempat ketahuan dengan aksinya membuang sampah Kulit Durian ke Sungai Musi Palembang tepatnya melalui Jembatan Musi IV Palembang, Senin (13/01/2019).

Ditemui diruang kerjanya Kepala Sat Pol PP Kota Palembang GA Putra Jaya mengungkapkan, pihaknya membenarkan bahwa telah mengamankan satu orang yang membuang sampah beserta dua rekan lainnya dan satu orang yang anak buah dari pemilik usaha durian di Pasar Kuto Palembang.

“Pagi tadi sudah diamankan oleh Dishub di Terminal dan dibawa ke Kantor Sat PolPP untuk didata. Satu sopir, satu kenek, satu pemilik mobil, dan satu anak buah pemilik usaha. Kita tak main-main, Walikota Palembang sudah memberikan contoh yang baik dan selalu mengimbau masyarakat jangan membuang sampah ke Sungai,” ujarnya.

Dari ke empat orang pelaku ini akan diganjar sangsi atas perbuatannya yang mana seperti yang tertera di Perda nomor 3 tahun 2015 pasal 55 tentang larangan membuang sampah tidak pada tempatnya. Saat ini mobil angkot jurusan Sayangan diamankan oleh Dishub Kota Palembang.

Dengan adanya kejadian ini Sat PolPP Kota Palembang akan memantau terus kepara pedagang dan akan menghimbau juga sampah-sampah dari pedagang di pasar, Sat PolPP kota Palembang mengadakan patroli setiap usai Subuh. “Patroli khusus reaksi cepat roda dua bentuknya mobile, untuk memantau pedagang jadi anggota kita subuh-subuh sudah di pasar,” tandasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat terutama pedagang buah agar tidak membuang sampah sembarang tempat, apalagi ke sungai.

“Sekarangkan kita lagi musim buah-buahan, saya pesan ke pedagang jangan membuang sampah ke sungai. Buanglah di tempat yang telah disediakan,” katanya.

Sementara saat ditanyai Agus bersamaan rakannya Ade Rio dirinya mengaku pada saat dirinya disuruh membuang sampah kulit Durian tersebut dirinya dibayar Rp 3 ribu sebagai upah membuang sampah.

“Kami dibayar tiga ribu untuk satu karungnya, yang kami buang ke Sungai Musi ada tujuh karung jadi upahnya jadi kami mendapatkan upah sebesar Rp. 21 ribu,” singkatnya.

Agus mengaku tidak tahu soal larangan membuang sampah ke sungai. Ia menyesal dan meminta maaf kepada Pemerintah Kota Palembang dan kepada masyarakat atas perbuatannya.

“Pada saat hendak membuang sampah Kulit Durian tersebut tidak ada niatan untuk membuang sampah tersebut kesungai pasalnya pada saat saya hendak membuang ke tempat sampah di daerah Boom Baru dirinya sempat dilarang, maka dari itu saya sempat bingung mau buang kemana dan sekarang saya menyesal. Jangan sampai ada lagi yang buang sampah ke sungai juga,” kata dia.

Pemilik usaha Andi Julianto mengatakan, selama ini selalu membuang sampah di sekitar Pasar Kuto. Tapi sering dimarahi penjaga disitu. “Saya sering membuang sampah di Kuto itulah, karena itu jadi terpaksa suruh mereka ini, terserah buangnya dimana,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal menjelaskan, pelaku ditangkap pagi tadi sekitar pukul Delapam Pagi di Terminal Lemabang.

“Kami lacak keberadaan mobil angkot tersebut dan ternyata KIR dan izin trayeknya sudah mati. Jadi mobilnya disita dan diamankan di Kantor Dishub,” tutupnya.

(Ant/riil)

Pos terkait