Menhub Kunjungi Bandara Dewadaru dan Bandara Ngloram

Oleh Klikampera pada Sabtu, 11 Januari 2020 14:41 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) bersama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi (tengah) kepada pers saat menyampaikan persiapan pemerintah menghadapi arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Jakarta, Kamis (19/12/2019)

Yogyakarta, klikampera.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dijadwalkan mengunjungi dua bandara di Jawa Tengah yang tengah dikembangkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yaitu Bandara Dewadaru di Karimun Jawa, Jepara serta Bandara Ngloram Cepu, Blora, Sabtu (11/1).

“Dijadwalkan Bapak Menhub akan meninjau dua bandara tersebut pada hari ini,” jelas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan di Yogyakarta, Sabtu (11/1).

Pembangunan Bandara Dewadaru di Karimun Jawa Jepara, Jawa Tengah, dilakukan untuk mempermudah aksesibilitas dan meningkatkan kunjungan wisata, dan akan menjadi pintu gerbang menuju pulau yang menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) bersama Borobudur, Dieng, dan Sangiran.

Saat ini untuk menuju ke Pulau Karimun Jawa bisa diakses melalui pesawat udara dari Bandara Ahmad Yani Semarang dan kapal cepat atau kapal ferry dari Pelabuhan Jepara.

Saat ini Bandara Dewadaru memiliki panjang runway/landas pacu berukuran 1200 x 30 meter dan luas terminal hanya 220 meter persegi.

Pada tahun 2020 akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dan akan dilakukan pembangunan terminal baru yang kapasitasnya lebih besar. Ditargetkan pengembangan bandara ini selesai pada tahun 2021.

Saat ini penerbangan tujuan Karimun Jawa sangat terbatas. Dari Semarang tersedia penerbangan Wings Air dengan jadwal penerbangan tiga kali seminggu, menggunakan pesawat ATR 72 dengan kapasitas 70 penumpang, dan penerbangan sewa Airfast.

Sementara Bandara Ngloram di Kabupaten Blora, Cepu, Jawa Tengah, juga tengah dikembangkan Kemenhub untuk menjadi bandara komersial.

Harapannya, jika bandara ini sudah dapat beroperasi akan memudahkan investor untuk berinvestasi di daerah Cepu, Blora, dan Bojonegoro yang merupakan pusat kegiatan minyak.

Pengembangan yang dilakukan yaitu perpanjangan landasan pacu (runway) dari semula 1.200 meter menjadi 1.600 meter.

Dengan begitu, bandara tersebut bisa dilintasi oleh pesawat ATR 72. Ditargetkan pembangunan bandara yang ditujukan untuk komersial bisa selesai di akhir 2020.

Total anggaran yang dikeluarkan Kemenhub untuk dua bandara ini sebesar Rp142 miliar, sementara itu untuk bandara Ngloram Rp122 miliar dan untuk Bandara Dewadaru Rp20 miliar.

Kedua bandara ini didesain oleh arsitek-arsitek Indonesia melalui penyelenggaraan sayembara desain Bandara yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

(Ant/riil)

Pos terkait