Merasa di Tipu, Suparman Lapor Ke Polisi

Oleh Klikampera pada Rabu, 22 Januari 2020 11:06 WIB
Es (57) warga Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang ke Polresta Palembang, pada tanggal 27 September 2019 lalu dengan nomor laporan : STTLP/ 2647 / XI / 2019 / SPKI.

Palembang, klikampera.com – Dijanjikan dapat memasukan anaknya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang, Suparman (58) warga Lingkungan II No. 57 RT 09 RW 03 Desa Betung Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin, hari ini menyambangi Kapolrestabes Kota Palembang.

Merasa dirinya telah ditipu Suparman (58), melaporkan Es (57) warga Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang ke Polresta Palembang, pada tanggal 27 September 2019 lalu dengan nomor laporan : STTLP/ 2647 / XI / 2019 / SPKI.

Menurut Suparman, kejadian bermula saat Es menjanjikan akan memasukkan anaknya menjadi PNS di Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang dengan imbalan uang jasa.

“Mula-mula ia meminta uang Rp 150 juta untuk setiap orang. Namun karena anak saya dua orang maka saya tawar menjadi Rp 100 juta per orang, jadi jumlahnya Rp 200 juta dan ia setuju,” ungkap Suparman di Polrestabes Palembang, Senin (20/01/2020).

Lanjut Suparman, setelah mendapatkan kesepakatan yang terjadi maka Suparman menyerahkan sejumlah uang dalam dua periode. Pertama tanggal 28 Agustus 2014, terhitung seminggu dari itu Es menelpon dan mengatakan SK sudah selesai dan meminta pembayaran sisa paling lambay 10 November 2014.

“Pembayaran saya lunasi pada tanggal 10 September 2014. Penyerahan pertama dilakukan di rumah Es dan dia langsung yang menerima, sedangkan penyerahan kedua istrinya yang menerima. Setelah dilunasi maka saya meminta SlK diberikan, namun bukan SK diberikan tetapi daftar nama yang tidak ada nama anak saya,” jelasnya.

Di dalam daftar itu menurutnya terdapat nama yang mirip dengan nama anaknya yang diakui oleh Es sebagai nama anak yang diurus tetapi salah ketik dan akan diurus kemudian.

“Saya terus berinisiatif meminta SK yang dijanjikan, tetapi Es selalu mengelak dan selalu berkilah. Akhirnya saya meminta uang dikembalikan saja, tetapi ditolak dan mempersilahkan saya melapor ke Polisi dengan dalih ia juga ditipu. Karena tidak ada kejelasan maka saya laporkan ke polisi,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum Suparman dari kantor hukumnya B2S law firm Sawito Oktadina8ta didampingi Bharata Egustian dan Dadi J mengatakan, diminta mendampingi untuk melaporkan Es.

“Untuk laporan kita sudah diterima pihak kepolisian dengan nomor STTLP/ 2647 / XI / 2019 / SPKI. Berdasarkan kronologi maka kami melaporkan saudara Es pasal 372 dan 378 KUHP mengenai penipuan dan penggelapan,” kata Sawito.

Dirinya menunggu tindak lanjut dari penyidik untuk laporan kliennya. Untuk persyaratan dua alat bukti menurutnya sudah terpenuhi, seperti saksi dan surat serta pengakuan terlapor.

“Hari ini kita akan konprontir antara pelapor dan terlapor, namun terlapor tidak hadir. Tetapi penyidik tadi memberikan informasi bahwa ada pengakuan Es bahwa benar dia menerima uang dari klien kami. Itu membuktikan bahwa sudah lengkap alat bukti dan memenuhi unsur pasal yang kami laporkan. kami meminta segera Es ditetapkan sebagai tersangka,” ucapnya.

Ia menghimbau terlapor untuk beritikad baik mengembalikan uang milik kliennya. Jika terlapor tidak beritikad baik maka akan terus melanjutkan pada tahap selanjutnya.

Wartawan: M. Daud
Editor: Rianza

Pos terkait